Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Komitmen perguruan tinggi dalam menjaga warisan budaya lokal kembali ditunjukkan oleh Universitas Terbuka melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Melestarikan Kuliner Lokal Kalimantan Barat Bersama Generasi Muda. Program ini melibatkan puluhan siswa SMKN 4 Pontianak dan menjadi bagian dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang 2025 ini melibatkan 20 kelompok siswa kelas XI, dengan masing-masing kelompok mengangkat satu jenis kuliner khas Kalimantan Barat. Beragam hidangan tradisional seperti bubur pedas, pacri nanas, sotong pangkong, asam pedas ikan, rendang pakis, hingga tempoyak ikan dan udang diolah, didokumentasikan, serta dipresentasikan langsung oleh para siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Ketua tim pelaksana PkM, Dr. Romi Siswanto, menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Menurutnya, kuliner tradisional bukan sekadar makanan, tetapi menyimpan nilai sejarah, identitas, dan potensi ekonomi kreatif yang besar apabila dikelola dengan pendekatan pendidikan yang tepat.
“Melalui pendekatan project-based learning, siswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga memahami asal-usul, nilai budaya, hingga potensi wirausaha dari kuliner lokal. Inilah esensi Profil Pelajar Pancasila yang ingin kami hadirkan secara nyata,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni workshop pengenalan kuliner lokal, pendampingan kelompok, dan puncak kegiatan berupa loka karya serta pameran kuliner. Workshop awal dilaksanakan pada Agustus 2025 untuk membekali siswa dengan pemahaman nilai Pancasila, filosofi kuliner daerah, serta teknik pengolahan dan penyajian makanan tradisional. Setiap kelompok juga memperoleh dukungan dana produksi guna memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.
Tahap pendampingan dilakukan secara intensif pada Oktober 2025, di mana siswa dibimbing untuk menyusun narasi budaya, resep singkat, serta dokumentasi visual produk kuliner. Pendampingan ini menekankan nilai gotong royong, kreativitas, dan tanggung jawab sebagai karakter utama Pelajar Pancasila.
Puncak kegiatan digelar pada 23 Oktober 2025 bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Pontianak. Dalam kegiatan tersebut, siswa memamerkan hasil olahan kuliner mereka kepada guru, tamu undangan, dan masyarakat umum. Pameran berlangsung meriah dan mendapat respons positif karena dinilai mampu menghidupkan kembali kekayaan kuliner tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan kuesioner siswa dan guru, kegiatan ini memperoleh penilaian sangat tinggi dalam meningkatkan pemahaman budaya lokal, kreativitas, kerja sama tim, serta kepercayaan diri siswa. Selain itu, minat berwirausaha berbasis kuliner tradisional juga mulai tumbuh di kalangan peserta.
Pihak sekolah menilai program ini selaras dengan Kurikulum Merdeka dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Kolaborasi dengan Universitas Terbuka dinilai memberi warna baru dalam pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan karakter, budaya, dan keterampilan abad ke-21.
Melalui kegiatan PkM ini, Universitas Terbuka tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian kuliner lokal Kalimantan Barat, tetapi juga mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif memberdayakan masyarakat dan generasi muda melalui pendidikan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.(MB)







