Kemenko Polkam Kunjungi Temajuk, Sinkronisasi Pengelolaan Kawasan Perbatasan RI–Malaysia

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan kunjungan kerja di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas selama dua hari, yang berlangsung dengan lancar.

Pada hari pertama, 15 April 2026, kegiatan diisi dengan rapat koordinasi sinkronisasi pengelolaan kawasan perbatasan RI–Malaysia dalam rangka penguatan pertahanan negara. Rapat tersebut digelar di Aula Villa JS Resort Camar Bulan, Desa Temajuk.

Bacaan Lainnya
iklan

Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan, Laksamana Pertama TNI Rudi Haryanto, menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Sambas.

“Dapat bertatap muka langsung dengan stakeholder Kabupaten Sambas merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Desa Temajuk memiliki potensi besar sebagai kawasan pariwisata perbatasan yang dapat dikembangkan bersama negara tetangga.

“Temajuk dapat dijadikan kawasan pariwisata terpadu di perbatasan, bahkan berpotensi menjadi lokasi event bersama dengan Malaysia. Namun, tanpa kehadiran investor, pengembangan kawasan wisata ini tentu tidak dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Rudi turut menyinggung pembangunan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang dilakukan secara bertahap akibat adanya penyesuaian anggaran di tingkat pusat.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas, Septiza, menyampaikan bahwa Temajuk merupakan wilayah dengan potensi besar di sektor pariwisata.

“Temajuk memiliki potensi besar di bidang pariwisata dan direncanakan pembangunan PLB Temajuk akan dilaksanakan pada tahun 2027,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Sambas saat ini memiliki dua pos lintas batas negara, yakni PLBN Aruk dan PLBN Temajuk. Kawasan perbatasan Temajuk juga dinilai memiliki nilai ekologis tinggi.

“Wilayah perbatasan Temajuk merupakan paru-paru dunia yang berpotensi meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Temajuk,” tambahnya.

Dari sisi fasilitas, Septiza menjelaskan bahwa sarana pendidikan dan kesehatan di Temajuk sudah cukup memadai. Namun, akses menuju kawasan wisata masih berupa jalan tanah dan belum beraspal. Selain itu, potensi ekonomi masyarakat didukung oleh sektor perkebunan sawit, peternakan, dan perikanan.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Sambas, unsur TNI-Polri, serta instansi vertikal lainnya.

Pada hari kedua, 16 April 2026, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan di Desa Temajuk. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

Sekitar pukul 09.06 WIB, rombongan tiba di PLB Desa Temajuk dan melakukan peninjauan bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia, Dr. Abdullah Zulkifli. Kegiatan dilanjutkan dengan melihat Pos Kawalan Sempadan Telok Melano di wilayah perbatasan.

Selanjutnya, pada pukul 09.43 WIB, rombongan mengunjungi Pos TNI AL serta kilang ubur-ubur milik warga di Dusun Maludin, Desa Temajuk.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 11.00 WIB dengan peninjauan lokasi penangkaran penyu di Tanjung Api, Dusun Ceremai, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh.

Secara keseluruhan, kunjungan kerja ini dilakukan sebagai upaya sinkronisasi pengelolaan kawasan perbatasan sekaligus memastikan keamanan, pelayanan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. (Nop)

iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *