Helikopter Water Bombing Dikerahkan, BPBD Sambas Tingkatkan Respons Karhutla

​Foto Kiri: Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo, S.T., berkomitmen menggerakkan personel secara cepat untuk menangani titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sambas. (Foto: Istimewa) ​Foto Kanan: Visualisasi udara dari ketinggian 206 meter memperlihatkan sisa pembakaran lahan yang berasap di Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Selasa siang, 2 Juni 2026. (Foto: Nopriyanto)

Majalahmataborneonews.com, Sambas-

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (2/6/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak untuk melakukan penanganan di lapangan.

Bacaan Lainnya
iklan

Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Juhardi Alwi, ST, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tingkat provinsi maupun pusat guna meminta dukungan penanganan melalui helikopter water bombing.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan meminta bantuan ke BNPB provinsi dan pusat terkait dukungan helikopter water bombing. Permintaan tersebut telah ditanggapi dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Bantuan helikopter water bombing dikerahkan untuk menangani sejumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Paloh. Operasi pemadaman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta berdasarkan instruksi satuan tugas (satgas) darat.

Berdasarkan laporan operasi udara, helikopter VH-HGM melaksanakan sortie pertama menuju area Pararel Utara, Paloh, Sambas. Setelah melakukan tiga kali water drop, titik kebakaran di lokasi tersebut berhasil dikendalikan dan hanya menyisakan asap tipis. Selanjutnya, operasi dilanjutkan menuju wilayah Tanah Hitam, Paloh, sesuai instruksi BPBD atas permintaan satgas darat.

Usai melakukan pemadaman di kawasan Temajuk, operasi helikopter water bombing kemudian dilanjutkan ke Desa Mentibar guna mempercepat upaya pengendalian api dan mencegah meluasnya kebakaran.

Selain operasi pemadaman, BPBD Kabupaten Sambas juga akan segera menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI, Polri, camat, serta pemerintah desa di wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan karhutla.

“Kami akan melakukan rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla semakin maksimal, termasuk mendorong penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja membakar lahan maupun hutan,” tegas Alwindo.

BPBD Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memperluas kebakaran serta menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *