Pengamat Budaya Dukung Wacana Pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas dari Arus Bawah

Keterangan Foto: Pengamat Budaya Radiman menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap wacana pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas yang diharapkan lahir dari aspirasi masyarakat Melayu Sambas sebagai simbol penguatan identitas, adat, dan budaya daerah.

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Wacana pembentukan Dewan Adat Melayu (DAM) Sambas terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Dukungan datang dari Pengamat Budaya Kabupaten Sambas yang juga salah satu pemilik media Nasional, Radiman menyambut baik sekaligus mengapresiasi apabila lembaga adat tersebut dibentuk berdasarkan keinginan dan aspirasi masyarakat Melayu Sambas.

Menurut Radiman, keberadaan Dewan Adat Melayu Sambas akan menjadi simbol penting dalam memperkuat identitas, jati diri, serta eksistensi masyarakat Melayu Sambas di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Ia menilai pembentukan lembaga adat tersebut merupakan langkah strategis dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Bacaan Lainnya
iklan

“Pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas seyogianya lahir dari keinginan masyarakat sendiri melalui proses yang tumbuh dari akar rumput atau arus bawah. Dengan demikian, lembaga adat yang terbentuk nantinya benar-benar merepresentasikan aspirasi masyarakat Melayu Sambas secara luas dan memiliki legitimasi sosial yang kuat di tengah masyarakat,” tegasnya. Senin, (15/6/2026).

Menurutnya, kehadiran Dewan Adat Melayu Sambas juga dapat menjadi salah satu simbol nyata atas eksistensi dan penguatan Hukum Adat Melayu Sambas yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Hukum adat tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam menjaga tatanan kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar sejak lama.

Lebih lanjut, Radiman mengingatkan bahwa masyarakat Melayu memiliki falsafah yang kuat dalam menjaga adat dan budaya.

“Adat Dijunjung, Budaya Disanjung” merupakan nilai yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus.

Selain itu, masyarakat Melayu Sambas juga berpegang pada falsafah “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”, yang menegaskan bahwa adat istiadat berjalan selaras dengan ajaran Islam sebagai landasan moral dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang penting dalam membangun lembaga adat yang mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat Melayu Sambas, sekaligus menjadi mitra dalam menjaga keharmonisan sosial, budaya, dan kehidupan bermasyarakat di daerah.

Ia berharap berbagai diskusi, gagasan, dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas dapat terus berjalan secara positif, terbuka, dan konstruktif. Dengan semangat kebersamaan serta komitmen untuk menjaga marwah adat dan budaya Melayu, impian menghadirkan Dewan Adat Melayu Sambas diharapkan dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga impian pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas dapat segera terwujud sebagai wadah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta budaya Melayu Sambas yang menjadi kebanggaan bersama,” harapnya. (Nop)

 

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *