Mapala Udas Borneo Santo Agustinus Hippo Mengadakan Kegiatan Bakti Pendidikan Dan Bakti Sosial

Majalahmataborneonews.com, Menggenggam erat semangat kepedulian terhadap masa depan pendidikan dan kelestarian bumi, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Udas Borneo Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo sukses menggelar aksi kolaboratif bertajuk Bakti Pendidikan dan Bakti Sosial. Bergerak dengan hati, perhelatan penuh inspirasi ini berlangsung khidmat pada 28–30 Mei 2026, bertempat di SDN 18 Dange Aji, Desa Dange Aji,Dusun Dange Aji, Kecamatan Air Besar,Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebanyak 38 tunas bangsa dari SDN 18 Dange Aji dengan penuh antusias melebur dalam berbagai rangkaian interaktif.Aksi nyata para pesona muda pencinta alam ini tidak hanya dirancang untuk menginjeksikan energi positif dalam peningkatan mutu pendidikan lokal, tetapi juga menjadi pemantik awal untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini bagi generasi penerus bangsa.

Bacaan Lainnya
iklan

 

Perwakilan SDN 18 Dange Aji,dalam sambutan nya menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasikan dengan aksi kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di desa-desa terpencil,” “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari MAPALA UDAS Borneo yang telah hadir dan memberikan motivasi serta pengalaman baru bagi siswa-siswi kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan memberi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar,” “Di sini kami sebetulnya masih sangat kekurangan tenaga pengajar, saat ini hanya ada 5 guru yang aktif bertugas. Karena itu, kami sangat berharap adik-adik mahasiswa sekalian yang masih calon guru,nantinya akan menjadi guru, bisa datang kembali dan ikut mengabdi di sekolah kami ini.” ujarnya dengan penuh antusias.

Dalam agenda Bakti Pendidikan (Bakdik), para anggota MAPALA UDAS Borneo turun langsung menjadi pengajar sukarela demi memotivasi anak-anak usia sekolah. Untuk siswa kelas 1 hingga 3 SD, materi yang diberikan dikemas secara menyenangkan lewat kegiatan mewarnai. Sementara untuk siswa kelas 4 hingga 6 SD, para mahasiswa memberikan materi dasar Matematika dan Bahasa Inggris.

Suasana semakin meriah dengan adanya berbagai games perlombaan edukatif yang memacu semangat anak-anak. Tidak hanya berbagi ilmu, MAPALA UDAS Borneo juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah lengkap, mulai dari tas, seragam, hingga alat tulis kantor (ATK) yang ditargetkan khusus untuk 10 anak kurang mampu di desa tersebut.

Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan penuh antusias dan rasa syukur oleh pihak sekolah, guru, maupun masyarakat setempat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan di daerah terpencil.

Selain melaksanakan kegiatan pendidikan, MAPALA UDAS Borneo juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, banyak meja dan kursi siswa maupun guru yang sudah patah, rapuh, dan tidak lagi layak digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar. Selain itu, beberapa fasilitas pembelajaran seperti papan tulis juga mengalami kerusakan yang cukup mengganggu kegiatan belajar di kelas.

Kondisi fasilitas sanitasi sekolah pun turut menjadi perhatian. Beberapa unit toilet (WC) sudah tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan, sehingga mengurangi kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah. Di sisi lain, akses menuju desa yang menjadi lokasi kegiatan juga masih cukup sulit ditempuh, terutama pada kondisi cuaca tertentu, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan akses terhadap layanan pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, MAPALA UDAS Borneo berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi yang berwenang, untuk membantu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut. Dengan tersedianya fasilitas yang lebih layak dan memadai, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.

Sembari kelas pendidikan berlangsung, tim MAPALA bergerak menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) bersama warga sekitar. Agenda ini diawali dengan aksi bersih-bersih lingkungan, di mana mahasiswa bergotong-royong memungut sampah di sekitar area pemukiman setempat.

Guna mendukung ketahanan pangan dan penghijauan pekarangan, dilakukan juga penanaman berbagai bibit sayuran, seperti cabai, terong, sawi, kangkung, dan tomat sebanyak 100 polybag.

Di sela-sela kegiatan, para mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung potensi kerajinan tangan lokal yang ada di Desa Dange Aji. Warga setempat rupanya masih aktif menjaga kelestarian budaya dengan membuat bidei (tikar tradisional) yang terbuat dari jalinan rotan dan kulit kayu tarab.

Kerajinan bernilai seni tinggi ini salah satunya ditekuni oleh pasangan suami istri lansia di desa tersebut, yaitu Bapak Kaii (65 tahun) dan Ibu Ubek (57 tahun). Interaksi ini memberikan pengalaman dan pengetahuan berharga bagi para mahasiswa tentang pentingnya menjaga warisan kearifan lokal.

Tidak kalah penting, dalam rangkaian Malam Keakraban (Makrab), MAPALA UDAS Borneo juga menggelar sosialisasi mengenai pencemaran air yang disampaikan langsung oleh Fransiskus Hengki selaku pemateri. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan sumber air desa. Setelah sosialisasi selesai, acara ditutup dengan agenda nonton bareng (nobar) yang mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, MAPALA UDAS Borneo Universitas Santo Agustinus Hippo membuktikan bahwa esensi dari seorang pencinta alam tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga merawat kemanusiaan serta ikut peduli terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua panitia kegiatan,Apriana Hesti.dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, pihak sekolah, dan masyarakat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Bakti Pendidikan (Bakdik).

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Kami berharap Bakdik tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mendukung kemajuan pendidikan dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar,” ujar Apriana Hesti.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *