Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Rangkaian kegiatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Jalan Amanah, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, resmi berakhir dalam suasana penuh khidmat, meriah, dan sarat dengan nilai-nilai syiar Islam. Pada Rabu Malam (15/7/2026) di Halaman Sekolah SD Mistarbiyah Tebas.
Malam penutupan yang berlangsung tersebut menghadirkan penceramah kondang Kabupaten Sambas, Ustadz Hatoli, yang memberikan tausiyah di hadapan para jamaah dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Meskipun sejak awal acara kawasan pelaksanaan sempat diguyur hujan, kondisi tersebut tidak sedikit pun menyurutkan antusiasme masyarakat. Jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Tebas bahkan tetap bertahan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Semangat masyarakat dalam menghadiri ceramah agama menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap syiar Islam dan semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tetap terjaga dengan baik.
Acara penutupan turut dihadiri oleh Camat Tebas Suriawan, S.ST., M.T., Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin, S.A.P., M.H., perwakilan Danramil Tebas, Ketua PHBI Kecamatan Tebas H. Muslimin, unsur Forkopimcam Tebas, Kepala Desa Tebas Sungai Jusni, Drs. Samsuardi para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dewan juri, para peserta lomba, orang tua peserta, serta tamu undangan lainnya yang sejak awal turut memberikan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Gema Muharram tahun ini.
Ketua Panitia PHBI Jalan Amanah Desa Tebas Sungai, Amir Saidi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan hingga penutupan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya kepada Ustadz Hatoli yang telah berkenan hadir memberikan tausiyah penutup kepada masyarakat.
Amir Saidi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimcam, Pemerintah Kecamatan Tebas, Pemerintah Desa Tebas Sungai, sponsor dari Uray Baru El-Barra, dewan juri, panitia, peserta lomba, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Gema Muharram 1448 Hijriah.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut bukan hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari tumbuhnya semangat masyarakat dalam memakmurkan syiar Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang keagamaan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Camat Tebas Suriawan, S.ST., M.T. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia PHBI Jalan Amanah yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan sejak jauh hari. Ia mengatakan bahwa Gema Muharram bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang bernilai Islami.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dipertahankan dan dikembangkan karena mampu menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di Kecamatan Tebas. Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan Gema Muharram dapat terus dijaga sehingga menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Hatoli. Dalam ceramahnya, sebagai penutup acara Ustadz Hatoli menyampaikan perkataan dari Imam Al-Ghazali.”كُنْ كَالْيَدَيْنِ وَلَا تَكُنْ كَالْأُذُنَيْنِ” (Kun kal-yadaini wa la takun kal-udzunaini) Artinya: “Jadilah kalian seperti dua tangan, jangan seperti dua telinga.”
Ustadz Hatoli menyampaikan, Mengapa Jangan Seperti Dua Telinga? Dua telinga letaknya bersebelahan di satu kepala, tetapi keduanya saling membelakangi dan tidak pernah bisa bertatap muka. Telinga kanan menghadap ke kanan, telinga kiri menghadap ke kiri. Jika telinga kanan mengalami gangguan (tuli/sakit), telinga kiri hanya diam dan tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu atau membersihkannya.
Mengapa Harus Seperti Dua Tangan?Tangan kanan dan kiri letaknya berjauhan, namun memiliki ikatan fungsi yang luar biasa. Ketika tangan kanan gatal, tangan kiri otomatis membantu menggaruk tanpa perlu diminta atau diundang. Saat berjalan, keduanya bergerak selaras (bergantian ke depan dan belakang) sehingga tubuh seimbang. Mereka saling menutupi kekurangan dan bekerja sama demi satu tubuh.
Suasana semakin khusyuk ketika jamaah mengikuti setiap materi ceramah yang disampaikan.
Sebagai penutup rangkaian Gema Muharram 1448 Hijriah, Ustadz Hatoli secara langsung memimpin doa penutup sekaligus menutup resmi seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari di Jalan Amanah Desa Tebas Sungai.
Setelah penutupan, panitia melanjutkan acara dengan pengumuman para pemenang lomba dari berbagai kategori yang sebelumnya telah diperlombakan. Penetapan pemenang tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Juri yang telah ditetapkan sesuai hasil penilaian selama pelaksanaan lomba.
Untuk kategori anak-anak, Dewan Juri menetapkan pemenang pada Lomba Adzan, Lomba Baca Ayat Suci Al-Qur’an (Tartil), dan Lomba Hafalan Surah. Keputusan tersebut mempertimbangkan pentingnya memberikan motivasi kepada anak-anak agar semakin mencintai Al-Qur’an, meningkatkan semangat belajar agama, serta membentuk generasi Islam yang berakhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan.
Sedangkan untuk kategori dewasa tingkat Kecamatan Tebas, Dewan Juri menetapkan pemenang Lomba Tartil Putra, Tartil Putri, serta Qasidah Karaoke berdasarkan hasil penilaian objektif terhadap kemampuan peserta selama perlombaan berlangsung.
Pada Lomba Tartil Dewasa Putra, Juara I diraih Robi Isnaini dari Tebas Sungai, Juara II Murdani dari Makrampai, Juara III Ridho Afriandi dari Tebas Sungai, dan Juara IV Andri dari Mekar Sekuntum.
Untuk Lomba Tartil Dewasa Putri, Juara I diraih Sabila dari Tebas Sungai, Juara II Jesika dari Bukit Segoler, Juara III Najiwa dari Dungun Perapakan, dan Juara IV Sari Utami dari Pusaka.
Sementara itu, pada Lomba Qasidah Karaoke Kategori Umum Tingkat Kecamatan Tebas, Juara I berhasil diraih Grup Al-Khoir dari Dusun Lestari Mensere, Juara II Grup Al-Muhajirin dari Dusun Senseng Segedong, Juara III Grup Nurul Jannah dari Dusun Kenanga Tebas Sungai, dan Juara IV Grup Al-Hidayah dari Makrampai.
Untuk kategori anak-anak, Juara I Lomba Adzan diraih Muhammar Fairuz Afkar, disusul Juara II Muhammar Wildan Al-Basyar, Juara III Ma’ruf, dan Juara IV Muhammad Khairul Nizam.
Pada Lomba Tartil Anak Putra, Juara I diraih Fergie Bilal Vidola, Juara II Jiwan, Juara III Luqmanul Hakimi, dan Juara IV Al Wazhi Qubillah.
Untuk Lomba Tartil Anak Putri, Juara I diraih Rodhwa Azhima, Juara II Alisa Wilda Shabania, Juara III Uray Earlyta Asyfa Tania, dan Juara IV Ilya Nur Assyifa.
Sedangkan pada Lomba Hafalan Surah Anak Putra, Juara I diraih Padil Raihan, Juara II Zefa Al Farizi, Juara III Achmad Tanzilal Hamiz, dan Juara IV Ma’ruf.
Untuk Lomba Hafalan Surah Kategori Anak-Anak Putri, Dewan Juri menetapkan Azza Thanry SA.U sebagai Juara I, disusul Aisyah Nadiya Safwa sebagai Juara II, Keisya Khairunisa sebagai Juara III, serta Shakila Azzahra sebagai Juara IV.
Seluruh pemenang menerima piagam penghargaan beserta hadiah yang telah disiapkan panitia sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi mereka dalam mengikuti perlombaan. Penyerahan hadiah berlangsung meriah dan disambut tepuk tangan dari seluruh jamaah yang hadir.
Melalui penyelenggaraan Gema Muharram 1448 Hijriah, PHBI Jalan Amanah berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi Qur’ani, memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, sekaligus menjadi wadah pembinaan bakat dan minat masyarakat dalam bidang keagamaan. Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tetap tumbuh kuat di Kecamatan Tebas. (Nop)






