Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri Closing Ceremony Kejuaraan Bulutangkis Polytron Pontianak International Challenge di GOR Terpadu Pontianak, Minggu (30 Agustus 2026).
Kejuaraan bertaraf internasional tersebut merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge dan menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan olahraga bulutangkis di Indonesia.
Turnamen ini terselenggara melalui kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat.
Suasana GOR Terpadu Pontianak berlangsung meriah dengan antusiasme penonton yang memadati tribun. Pertandingan final berlangsung sengit dan menyajikan tontonan berkualitas bagi masyarakat sekaligus menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Kalimantan Barat.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, sponsor, dan PBSI yang telah sukses menyelenggarakan Polytron Pontianak International Challenge. Ini membuktikan bahwa Pontianak dan Kalimantan Barat mampu menjadi tuan rumah event olahraga bertaraf internasional,” ujar Wagub Krisantus.
Menurutnya, kejuaraan internasional seperti ini diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan di Kalimantan Barat. Selain menjadi ajang kompetisi, kehadiran atlet-atlet dari berbagai negara juga memberikan kesempatan bagi atlet muda daerah untuk menyaksikan dan belajar langsung dari para pemain berpengalaman.
“Ke depan kita ingin event seperti ini rutin digelar, agar atlet-atlet muda Kalbar memiliki panggung untuk belajar dan mendapatkan pengalaman bertanding dari atlet-atlet dunia. Mari kita jadikan olahraga sebagai perekat persatuan sekaligus penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Wagub Krisantus menambahkan, penyelenggaraan event internasional juga memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, khususnya perhotelan, UMKM, transportasi, kuliner, dan pariwisata.
“Dengan adanya event ini, hotel, UMKM, dan sektor pariwisata di Pontianak juga ikut bergerak. Jadi manfaatnya tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi dan menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang semakin baik.
Diharapkan, kejuaraan internasional yang digelar di Kalimantan Barat dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda daerah untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kemampuan, sehingga ke depan mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat dan Indonesia di kancah internasional.
Polytron Pontianak International Challenge diikuti atlet dari berbagai negara, di antaranya Chinese Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak, disusul India, Chinese Taipei, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kehadiran para atlet dari berbagai negara tersebut menghadirkan persaingan kompetitif sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet Indonesia.
Di akhir kegiatan, Wagub Krisantus bersama tamu undangan melakukan foto bersama dengan para atlet dan ofisial yang mengikuti Polytron Pontianak International Challenge.






