HUT Ke-102 WKRI Kalbar, Pemprov Kalbar Dorong Perempuan Berdaya Dan Penguatan Perlindungan Keluarga

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Yosafat Triadhi Andjioe, S.T., M.M., bersama Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus, S.H., M.H., menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang dirangkaikan dengan pelantikan Satgas “Laskar Tanna” DPD WKRI Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan berlangsung di Gereja Stella Maris Pontianak, Minggu (28/6/2026).

Rangkaian peringatan diawali dengan Perayaan Ekaristi, dilanjutkan acara syukuran dan ramah tamah yang tahun ini diselenggarakan oleh Lingkungan Gereja Stella Maris. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus mempertegas komitmen WKRI dalam meningkatkan pengabdian kepada Gereja, masyarakat, dan bangsa.

Bacaan Lainnya
iklan

Membacakan sambutan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Yosafat Triadhi Andjioe, menyampaikan ucapan selamat atas usia ke-102 WKRI.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-102 kepada Wanita Katolik Republik Indonesia. Semoga di usia yang telah melampaui satu abad ini, WKRI semakin kokoh dalam pelayanan, semakin berdaya dalam pengabdian, serta semakin memberi manfaat bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, tema HUT ke-102 WKRI, “Wanita Katolik RI: Berdaya dalam Hukum dan Pelopor Generasi Sehat,” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar keluarga sekaligus penentu lahirnya generasi masa depan yang berkualitas.

“Ketika perempuan memiliki pemahaman hukum yang baik, ia mampu melindungi hak-hak keluarganya, menanamkan nilai keadilan, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang tertib dan bermartabat. Begitu pula dalam menciptakan generasi yang sehat, peran seorang ibu sangat menentukan, mulai dari pemenuhan gizi, pendidikan karakter, hingga penanaman nilai moral dan spiritual kepada anak-anak,” jelasnya.

Yosafat menambahkan, sebagai provinsi yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat, Kalimantan Barat membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, WKRI dinilai memiliki peran strategis karena pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia yang berkualitas, berintegritas, sehat, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan.

Ia juga mengapresiasi kontribusi nyata WKRI selama ini melalui berbagai program pemberdayaan perempuan, pendampingan keluarga, pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan kemanusiaan yang turut memperkuat keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat.

“Melalui semangat pelayanan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama, WKRI telah ikut memperkokoh nilai-nilai toleransi serta mempererat persaudaraan lintas suku dan agama yang menjadi kekuatan Kalimantan Barat. Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, kami mengajak WKRI terus bersinergi bersama pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga, memberdayakan perempuan, melindungi anak, meningkatkan literasi masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Yosafat juga menyampaikan apresiasi atas pembentukan dan pelantikan Satgas “Laskar Tanna”. Menurutnya, satgas tersebut diharapkan menjadi wadah pengabdian yang mampu memperkuat semangat pelayanan, meningkatkan kepedulian sosial, menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat.

“Saya percaya, apabila pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat berjalan bersama, maka keberagaman yang kita miliki akan menjadi kekuatan besar dalam membangun Kalimantan Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus, menyampaikan bahwa peringatan HUT tahun ini mengusung tema “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi.” Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata bagi seluruh perempuan untuk terus berkontribusi dalam membangun keluarga dan masyarakat.

Ia mengapresiasi pelantikan Satgas “Laskar Tanna” sebagai bentuk komitmen WKRI Kalimantan Barat dalam memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

Dalam kesempatan itu, Donata menyampaikan tiga harapan kepada seluruh pengurus dan anggota WKRI Kalimantan Barat. Pertama, menjadikan keluarga sebagai benteng utama dalam membangun iman dan karakter anak di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kedua, terus meningkatkan kapasitas melalui penguasaan literasi digital, kewirausahaan, dan kepemimpinan agar menjadi perempuan yang berdaya dan berdampak. Ketiga, melalui Satgas “Laskar Tanna”, aktif menyuarakan perlindungan anak, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta memperkuat kerja sama dengan Gereja dan pemerintah dalam program kesejahteraan ibu dan anak, termasuk percepatan penurunan stunting dan pemenuhan gizi.

Menutup sambutannya, Donata mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar WKRI serta mengajak seluruh anggota untuk terus menjadi pribadi yang membawa terang dan kasih bagi sesama.

“Selamat Ulang Tahun ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia. Jadilah garam dan terang yang merangkul sesama tanpa membeda-bedakan, demi terwujudnya toleransi dan kedamaian di Kalimantan Barat,” pesannya.

Acara syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, dilanjutkan hiburan berupa pertunjukan tari, senam bersama, penarikan doorprize, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Presidium WKRI DPD Kalimantan Barat Agnes Wahyurini Widiastuti, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak RD. Alexius Alex, Pastor Penasihat Rohani WKRI DPD Kalimantan Barat, para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta seluruh keluarga besar Wanita Katolik Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *