BBM Langka Jelang Lebaran, Bupati Kubu Raya Temukan SPBU Tutup Berhari-Hari

Bupati Kubu Raya sidak SPBU dan temukan kelangkaan BBM serta antrean panjang. Lonjakan permintaan capai 20 persen jelang Lebaran.
Bupati Kubu Raya sidak SPBU dan temukan kelangkaan BBM serta antrean panjang. Lonjakan permintaan capai 20 persen jelang Lebaran.

KUBU RAYA – Menjelang momen mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat jelang Idulfitri, persoalan bahan bakar minyak (BBM) mulai jadi sorotan serius. Hal ini terlihat saat H. Sujiwo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di wilayah Kubu Raya pada Jumat (20/3).

Dalam sidak tersebut, Sujiwo menemukan kondisi yang cukup memprihatinkan. Beberapa SPBU dilaporkan mengalami kekosongan stok BBM, bahkan ada yang tidak beroperasi selama 5 hingga 7 hari.

Bacaan Lainnya
iklan

“Kami menemukan beberapa SPBU tutup karena kehabisan stok, ini menjadi perhatian serius,” ujar Sujiwo kepada awak media.

Lonjakan Permintaan BBM Tak Wajar

Menurut Sujiwo, lonjakan konsumsi BBM menjelang Idulfitri memang sudah menjadi pola tahunan. Namun, angka kenaikan tahun ini dinilai tidak biasa.

“Biasanya kenaikan permintaan hanya sekitar 6 persen, tapi sekarang bisa tembus lebih dari 20 persen. Ini jelas perlu evaluasi bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa dan perlu koordinasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak SPBU, hingga distribusi dari pusat.

Pertamax Hilang, Jadi Sorotan

Selain kelangkaan BBM subsidi seperti Pertalite, Sujiwo juga menyoroti absennya BBM non-subsidi jenis Pertamax di beberapa SPBU.

“Kalau Pertalite tidak tersedia, setidaknya Pertamax harus ada. Ini kan BBM non-subsidi dan dibutuhkan masyarakat yang mampu,” tegasnya.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah antrean panjang di SPBU karena masyarakat tidak memiliki alternatif bahan bakar.

Antrean Panjang Jadi Dampak Nyata

Kelangkaan BBM berdampak langsung pada antrean panjang di sejumlah SPBU. Warga terpaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Fenomena ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Ancaman Penimbunan BBM

Sujiwo juga tidak menutup kemungkinan adanya praktik penimbunan BBM yang menyebabkan distribusi tidak merata.

Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Kalau ada penimbunan, siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Evaluasi Distribusi Jadi Kunci

Pemerintah daerah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah Kubu Raya. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat momen penting seperti Idulfitri.

Langkah cepat dan koordinasi yang solid dinilai menjadi kunci dalam mengatasi kelangkaan BBM ini.

FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)

1. Kenapa BBM di Kubu Raya bisa langka?
Diduga karena lonjakan permintaan yang tidak wajar dan kemungkinan distribusi yang tidak optimal.

2. Berapa kenaikan permintaan BBM saat ini?
Biasanya sekitar 6%, namun kini meningkat hingga lebih dari 20%.

3. Apakah ada indikasi penimbunan BBM?
Masih dalam penyelidikan, namun pemerintah membuka kemungkinan tersebut.

4. Apa dampaknya bagi masyarakat?
Antrean panjang di SPBU dan terganggunya aktivitas harian.

5. Apa langkah pemerintah daerah?
Melakukan sidak, evaluasi distribusi, dan meminta aparat bertindak tegas jika ada pelanggaran.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *