Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Semangat nasionalisme dan jiwa kepemimpinan generasi muda Kalimantan Barat kembali diuji melalui Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., di Hotel 95 Pontianak, Senin (18/5/2026).
Sebanyak 52 peserta utusan dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mengikuti tahapan seleksi tingkat provinsi tersebut, terdiri dari 28 peserta putera dan 24 peserta puteri. Terdapat tiga kabupaten yang belum dapat mengirimkan peserta puteri secara lengkap karena belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Dalam sambutannya, Sekda Kalbar menyampaikan bahwa seluruh peserta yang hadir merupakan putera-puteri terbaik Kalimantan Barat yang telah melewati proses seleksi ketat di daerah masing-masing. Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap seleksi tingkat provinsi merupakan prestasi yang membanggakan.
“Adik-adik yang hadir di sini adalah putera-puteri terbaik Kalbar. Kalian telah melewati proses seleksi di kabupaten dan kota masing-masing. Jadi jangan pernah merasa kecil hati apabila nantinya belum terpilih, karena bisa sampai di tahap ini saja sudah menunjukkan kualitas dan kemampuan kalian,” ujar Harisson.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka bukan sekadar mencari pengibar bendera, melainkan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
“Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris. Yang terpenting adalah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kalian inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Harisson juga mengingatkan para peserta agar bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kalian harus mampu menjaga sikap, tutur kata, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Hormati perbedaan dan terus junjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kalbar kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat, dan itu harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan,” pesannya.
Ia turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin, dan tanggung jawab.
“Saya minta adik-adik mengikuti seluruh tahapan seleksi ini dengan serius dan penuh semangat. Jadikan proses ini sebagai pengalaman berharga untuk membentuk mental, kepemimpinan, dan karakter diri yang lebih baik,” ungkapnya.
Tak lupa, Harisson juga mengapresiasi para pendamping, panitia, dan tim seleksi yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap proses seleksi berjalan objektif dan profesional sehingga menghasilkan calon Paskibraka terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“Kepada tim seleksi saya berharap dapat melaksanakan tugas secara jujur, objektif, dan profesional. Pilihlah putera-puteri terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kalbar, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dan perhatian pemerintah dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan motivasi kepada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran kita memberikan semangat kepada generasi muda. Mereka inilah yang nantinya akan melanjutkan pembangunan daerah dan bangsa ke depan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan hasil seleksi terbaik dari kabupaten/kota masing-masing sesuai ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Peserta yang mengikuti seleksi ini merupakan peserta terpilih hasil seleksi kabupaten dan kota yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan BPIP,” jelas Bari.
Ia mengatakan kebutuhan formasi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 sebanyak 30 orang, ditambah dua orang terbaik yang akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat pusat sebagai wakil Kalimantan Barat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat nantinya akan menetapkan sebanyak 32 peserta terpilih berdasarkan urutan peringkat. Dari jumlah tersebut akan dipilih kembali tiga pasang terbaik putera dan puteri untuk mengikuti tahapan verifikasi di tingkat pusat,” ungkapnya.
Bari menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPIP, BPSDM Provinsi Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, PT Persona Pontianak, hingga Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Barat.
“Seleksi dilakukan berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan BPIP. Penilaian meliputi wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan, kebugaran, peraturan baris-berbaris, samapta, kepribadian hingga wawancara,” paparnya.
Ia juga menerangkan bahwa sistem pendaftaran dan seleksi kini dilakukan secara digital melalui portal resmi BPIP guna memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan akuntabel.
“Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi transparansi Paskibraka. Ini merupakan bentuk digitalisasi pelayanan publik agar proses pembentukan Paskibraka berjalan lebih terbuka, adil, dan akuntabel,” terangnya.
Dirinya berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 di Hotel 95 Pontianak.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, disiplin, dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik. Semoga nantinya terpilih putera-puteri terbaik Kalbar yang mampu menjadi teladan generasi muda dan mengharumkan nama daerah,” tutup Bari.







