APVOKASI Kalbar Gelar Audiensi Bersama Pemerintah Kabupaten Sambas: Perkuat Pendidikan Vokasional dan Sinergi Dunia Industri

Majalahmataborneonews.com, Sambas-

Pemerintah Kabupaten Sambas menerima kunjungan audiensi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (APVOKASI) Kalimantan Barat, pada Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Sambas.

Bacaan Lainnya
iklan

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPW APVOKASI Kalbar, Dr. Uray B. Asnol, MM., M.Kes. tersebut dilaksanakan atas undangan resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Nomor 400.1.3/80/KESRA tertanggal 27 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sambas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sambas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sambas, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Aparatur Daerah Kabupaten Sambas, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sambas, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Sambas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Uray Asnol, yang akrab disapa Bang Ning Asnol, memperkenalkan jajaran pengurus inti DPW APVOKASI Kalbar dan memaparkan berbagai program strategis organisasi yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan vokasional di Kalimantan Barat.

“Pendidikan vokasional merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Tujuannya adalah menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Dr. Uray Asnol dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa penguatan pendidikan vokasional sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Melalui KKNI, setiap lembaga pendidikan vokasi diharapkan mampu menyesuaikan kurikulum, sertifikasi, dan kompetensi lulusannya dengan kebutuhan pasar kerja.

Lebih lanjut, Uray Asnol mengungkapkan bahwa pendidikan vokasional di Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan.

“Kita masih menemukan ketidaksesuaian antara kurikulum dengan kebutuhan industri lokal, minimnya sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta keterbatasan akses terhadap pelatihan berbasis KKNI,” terangnya.

Sebagai solusi, APVOKASI Kalbar telah menyiapkan program kerja konkret di antaranya:

Pemetaan permasalahan SMK di setiap kabupaten/kota, Peningkatan kompetensi guru vokasional, Bedah kurikulum bersama DUDI, Pengembangan teaching industry, Penerbitan buku ajar ber-ISBN, Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Vokasi, serta pembentukan Desa Vokasi sesuai potensi daerah.

“Program ini kami rancang untuk memastikan adanya keterhubungan nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja. APVOKASI hadir bukan hanya sebagai mitra akademik, tetapi juga sebagai jembatan bagi pemerintah dan industri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” jelas Uray Asnol.

Selain memaparkan program kerja, Uray Asnol juga menyampaikan sejumlah pengalaman kajian strategis APVOKASI Kalbar di berbagai daerah, seperti Kabupaten Sanggau, Kapuas Hulu, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Kajian tersebut meliputi penyusunan Master Plan Ketenagakerjaan, Analisis Literasi Masyarakat, hingga Kajian Kelayakan Pendirian Politeknik Negeri di Daerah.

“Kami telah banyak terlibat dalam penyusunan kajian strategis daerah, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas pendidikan vokasional dan ketenagakerjaan. Pengalaman ini ingin kami sinergikan dengan Kabupaten Sambas,” ujar Bang Ning Asnol.

Dalam akhir paparannya, Uray Asnol menegaskan komitmen APVOKASI Kalbar untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun pendidikan vokasional yang berdaya saing.

“Kami berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Sambas, sehingga program-program vokasional dapat berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan respon positif dari pihak Pemerintah Kabupaten Sambas yang menyambut baik kehadiran dan inisiatif APVOKASI Kalbar serta siap menindaklanjuti hasil pertemuan melalui langkah-langkah kerja sama konkret ke depan. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *