Wagub Krisantus Raih Gelar Adat Cendaga Bandar Bicara Tuah Benua Pada PGD KE-40

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri prosesi ritual adat Makan Beradat yang menjadi salah satu rangkaian utama dalam perayaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 di Rumah Radakng Pontianak, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi kehadiran para tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan jajaran kepala daerah yang turut menyemarakkan perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak itu.

Bacaan Lainnya
iklan

Menurutnya, tradisi Makan Beradat bukan sekadar momentum berkumpul dan makan bersama, melainkan simbol ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Jubata), sekaligus wujud kekompakan dan kebersamaan masyarakat Dayak yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Tradisi ini adalah warisan leluhur yang mencerminkan jati diri kita. Ke depan, kualitas dan kuantitas nilai-nilai kebersamaan ini harus terus kita tingkatkan bersama,” ujar Krisantus.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada masyarakat adat Kabupaten Ketapang atas pemberian gelar adat Cendaga Bandar Bicara Tuah Benua kepada dirinya. Gelar tersebut menjadi penghargaan adat kedua yang diterimanya dari wilayah Kabupaten Ketapang.

Ia menegaskan bahwa gelar adat bukan untuk disombongkan ataupun dipamerkan. Menurutnya, sebagaimana gelar akademik, gelar adat juga mengandung tanggung jawab moral, sosial, dan kemasyarakatan yang besar.

“Gelar ini tentu memiliki tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, dan tanggung jawab konstitusi. Karena itu, penghargaan ini harus dipertanggungjawabkan melalui sikap dan perilaku nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Krisantus menambahkan, pemberian gelar adat tentunya didasarkan pada pertimbangan, pengamatan, dan penilaian mendalam dari para tokoh adat terhadap rekam jejak seseorang yang dinilai layak menerimanya.

Menutup sambutannya, Wagub Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat Dayak di tanah Borneo, khususnya Kalimantan Barat, untuk terus membangun jati diri yang kuat, bermartabat, dan mandiri dalam mengelola potensi daerah.

“Saya ingin masyarakat Dayak memiliki integritas, harga diri, dan kedaulatan. Ke depan, kita harus mandiri dan tidak bergantung kepada pihak lain dalam melaksanakan berbagai agenda dan event di provinsi yang kita cintai ini,” tegasnya.

Ia pun kembali menyampaikan apresiasi setulus-tulusnya kepada masyarakat adat Kabupaten Ketapang atas kehormatan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat adat Kabupaten Ketapang atas kepercayaan dan penghargaan ini,” tutup Krisantus.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *