Majalahmataborneonews.com, Landak, Air Besar— Dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar Kodim 1210/Landak bergerak cepat melaksanakan patroli, pengecekan titik panas (hotspot), serta penanganan Karhutla di wilayah Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat jajaran Kodim 1210/Landak dalam mengantisipasi dan menangani potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki titik panas.
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 19 titik hotspot di wilayah Kabupaten Landak yang tersebar di Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Kuala Behe. Seluruh titik tersebut terpantau dalam klasifikasi sedang.
Di Kecamatan Air Besar terdapat 17 titik hotspot, yang tersebar di Desa Jambu sebanyak 1 titik, Desa Sekendal 6 titik, Desa Sepangah 1 titik, Desa Semuntik 6 titik, Desa Parek 1 titik, Desa Nyari 1 titik, dan Desa Merayuh 1 titik.
Sementara itu, di Kecamatan Kuala Behe terdapat 2 titik hotspot, masing-masing berada di Desa Nyayum dan Desa Kuala Behe.
Menindaklanjuti adanya titik panas tersebut, personel TNI bersama unsur terkait melaksanakan patroli dan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi titik hotspot serta mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya api.
Dalam pelaksanaan kegiatan, sebanyak 4 personel TNI dan 1 orang relawan turut terlibat. Personel juga didukung dengan sarana berupa 2 unit kendaraan roda dua dan 1 unit handy talky (HT) untuk mendukung mobilitas dan komunikasi di lapangan.
Selain melakukan penanganan terhadap potensi Karhutla, Babinsa juga terus melaksanakan patroli di daerah rawan kebakaran serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.
Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar menegaskan bahwa langkah cepat di lapangan menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan serta mencegah kebakaran meluas yang dapat merugikan masyarakat.
Kegiatan patroli dan pemantauan akan terus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Landak.
“Respons cepat, cegah api meluas. Babinsa hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menangani Karhutla.”







