Kebakaran Lahan di Desa Tanah Hitam Capai 5 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Keterangan Foto: Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, KPH, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur masyarakat melakukan pemadaman kebakaran lahan di sekitar kawasan hutan Desa Tanah Hitam, Kabupaten Sambas, Senin (3/8/2026). Kobaran api menghanguskan sekitar lima hektare lahan milik warga yang sebagian merupakan area perkebunan dan tanaman nanas.

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Tim gabungan penanggulangan bencana di Kabupaten Sambas bergerak melakukan pemadaman kebakaran lahan di sekitar kawasan hutan Desa Tanah Hitam, Senin (3/8/2026).

Tim gabungan tersebut terdiri dari Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah unsur masyarakat lainnya yang bahu-membahu mengendalikan kobaran api.

Bacaan Lainnya
iklan

Kebakaran melanda lahan milik warga yang sebagian ditanami nanas dan area perkebunan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Kepala Seksi Logistik, D. Hafiz Saprizal, S.IP., M.A.P., mengatakan cuaca yang cukup panas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api mudah menyebar.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan, terutama pada musim panas dan kondisi cuaca yang kering seperti sekarang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan. Kondisi cuaca hari ini cukup panas, sehingga api sangat mudah menjalar,” ujarnya.

Menurut Hafiz, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bentuk sinergi untuk mencegah api semakin meluas dan mengancam kawasan lain.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pemadaman sekaligus pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan seluruh titik api dapat dikendalikan.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman, perkebunan, maupun kawasan hutan.

“Jangan sampai api yang awalnya kecil menjadi semakin besar dan sulit dikendalikan. Kami berharap masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” pungkasnya. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *