BPBD Sambas Tegaskan Isu Air Hujan Tercemar akibat OMC adalah Hoaks

MajalahMataBorneoNews.com, Sambas-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas meminta masyarakat untuk tidak mudah memercayai informasi yang menyebutkan bahwa air hujan menjadi berbahaya atau tercemar akibat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Bacaan Lainnya
iklan

Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi, S.T., menegaskan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat tersebut telah dikonfirmasi dan dipastikan tidak benar atau hoaks.

“Sudah kami konfirmasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Dalam pelaksanaan OMC, bahan yang digunakan berupa garam atau natrium klorida (NaCl), bukan zat beracun yang membahayakan masyarakat,” kata Alwindo.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca menyebabkan air hujan menjadi beracun atau berbahaya bagi kesehatan.

Namun demikian, BPBD Kabupaten Sambas tetap menyarankan masyarakat untuk sementara waktu tidak langsung menampung dan menggunakan air hujan untuk kebutuhan konsumsi, khususnya untuk diminum maupun memasak.

Imbauan tersebut, kata Alwindo, bukan disebabkan oleh bahan yang digunakan dalam pelaksanaan OMC. Hal itu lebih berkaitan dengan kondisi kualitas udara di Kabupaten Sambas yang saat ini tercampur asap, debu, dan berbagai partikel halus akibat kebakaran hutan dan lahan.

Alwindo menyampaikan bahwa kadar partikel PM2.5 di wilayah Kabupaten Sambas telah mencapai sekitar angka 200. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kualitas udara yang buruk dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Ketika hujan turun, air hujan berpotensi membawa partikel-partikel yang berada di udara, termasuk debu dan partikel asap. Oleh sebab itu, air hujan yang ditampung sebaiknya tidak langsung digunakan untuk kebutuhan konsumsi tanpa melalui proses pengolahan dan pemeriksaan yang memadai.

BPBD Kabupaten Sambas mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang serta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi yang berkaitan dengan kondisi cuaca, bencana, maupun kesehatan masyarakat.

“Kami memohon bantuan seluruh masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Sambas juga mengajak masyarakat untuk selalu mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca tidak menggunakan bahan beracun. Sementara itu, kewaspadaan terhadap penggunaan air hujan tetap diperlukan, terutama dalam kondisi kualitas udara yang sedang tercemar asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *