Bupati Kubu Raya Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Di Parit Bugis, Siap Direhab Usai Lebaran

Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau rumah tidak layak huni di Desa Parit Bugis. Pemerintah daerah menyiapkan program rehabilitasi rumah warga setelah Lebaran.
Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau rumah tidak layak huni di Desa Parit Bugis. Pemerintah daerah menyiapkan program rehabilitasi rumah warga setelah Lebaran.

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih banyak ditemukan di sejumlah wilayah. Salah satu langkah nyata dilakukan langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo yang meninjau kondisi rumah warga di Desa Parit Bugis pada Minggu (15/3).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung kondisi rumah milik seorang warga bernama Ibu Vita yang dinilai sudah tidak layak untuk dihuni. Bangunan rumah tersebut tampak memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera agar lebih aman dan nyaman ditempati.

Bacaan Lainnya
iklan

Rumah Warga Akan Direhabilitasi Setelah Lebaran

Saat berada di lokasi, Bupati memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan rehabilitasi rumah milik Ibu Vita. Namun proses perbaikan direncanakan dimulai setelah perayaan Hari Raya Idulfitri agar persiapan pembangunan dapat dilakukan dengan matang.

Menurut Bupati, langkah tersebut merupakan bagian dari program penanganan rumah tidak layak huni yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kondisi rumah ini memang perlu mendapatkan perhatian. InsyaAllah setelah Lebaran nanti kita upayakan untuk direhabilitasi,” ujar Bupati Sujiwo saat meninjau lokasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga dengan kondisi ekonomi terbatas yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Data RTLH Di Kubu Raya Masih Mencapai 16 Ribu Unit

Bupati Sujiwo juga mengungkapkan bahwa jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Kubu Raya masih tergolong cukup besar.

Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 16 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Data kita sekitar 16 ribu rumah tidak layak huni. Dari jumlah itu nanti akan kita petakan kembali mana yang benar-benar sangat tidak layak sehingga bisa menjadi prioritas bantuan,” jelasnya.

Pendataan tersebut menjadi langkah penting agar program bantuan pemerintah bisa tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.

Skema Gotong Royong Untuk Rumah Di Pesisir Sungai

Dalam upaya mempercepat penanganan RTLH, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBN maupun APBD. Bupati Sujiwo juga menyiapkan skema pembangunan berbasis gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak.

Skema ini terutama akan diterapkan pada rumah-rumah yang berada di kawasan pesisir sungai yang tidak dapat menerima bantuan melalui program pemerintah pusat maupun daerah.

“Khusus rumah di pesisir sungai yang tidak bisa dibantu melalui APBN atau APBD, kita akan bangun dengan konsep gotong royong,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah berencana menggandeng berbagai lembaga dan elemen masyarakat, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan rumah yang layak bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kubu Raya.

Pemerintah Desa Siap Lakukan Pendataan

Sementara itu, Kepala Desa Parit Bugis menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk menindaklanjuti arahan dari Bupati Kubu Raya.

Pihak desa akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap rumah warga yang tidak layak huni, khususnya yang berada di kawasan bantaran sungai.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis data pemerintah daerah sehingga program bantuan perumahan bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Warga Sampaikan Rasa Haru

Kunjungan Bupati Kubu Raya tersebut juga membawa harapan bagi warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

Ibu Vita, pemilik rumah yang dikunjungi, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah terhadap kondisi tempat tinggalnya.

Ia menyampaikan rasa terima kasih karena Bupati telah datang langsung melihat kondisi rumahnya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah datang melihat kondisi rumah kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau dan diberikan kesehatan serta rezeki yang berlimpah,” ungkapnya dengan penuh haru.

Komitmen Pemerintah Atasi Rumah Tidak Layak Huni

Program penanganan rumah tidak layak huni menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat dapat tinggal di hunian yang aman, sehat, dan layak.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, serta masyarakat, diharapkan jumlah RTLH di Kubu Raya dapat terus berkurang secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *