Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Semangat gotong royong kembali ditunjukkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Tebas melalui kegiatan Gerakan Indonesia Asri yang dipusatkan di kawasan Pasar Tebas, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong penataan ruang terbuka hijau di pusat kota.
Gerakan yang melibatkan unsur Forkopimcam Kecamatan Tebas bersama sejumlah organisasi masyarakat ini tidak hanya difokuskan pada aksi gotong royong membersihkan kawasan pasar, tetapi juga menjadi momentum menyampaikan aspirasi terkait pentingnya penghijauan dan penataan estetika Kota Tebas agar lebih nyaman, bersih, dan asri.
Perwakilan gerakan dari Asosiasi Sahabat Peduli Demokrasi dan Kemanusiaan Kabupaten Sambas (ASPIRASI KAMAS), Suswadi, A.Md yang akrab Long Kodi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Gerakan Indonesia Asri tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata, tetapi juga memiliki visi menghadirkan ruang hijau melalui pembangunan taman-taman kecil di sejumlah titik strategis di Kecamatan Tebas.
“Harapan kami melalui kegiatan ini adalah dapat membuat taman kecil sebagai langkah penghijauan di pusat Kota Tebas. Selain memberikan dampak keindahan kawasan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mendukung program Langit Biru,” ujar Suswadi yang akrab disapa Long Kodi mewakili rekan-rekan ormas yang terlibat.
Ia menjelaskan, beberapa lokasi yang dinilai potensial untuk ditata menjadi taman kecil di antaranya kawasan perempatan jalan pusat Kota Tebas, Jalan Lelong, serta Jalan Amanah yang berada di depan Pasar Tebas. Keberadaan taman-taman tersebut diharapkan dapat mempercantik wajah kota sekaligus menjadi ruang hijau yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Selain aspek keindahan, penghijauan juga diyakini mampu memberikan manfaat ekologis dengan meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu panas di kawasan perkotaan, serta menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Long Kodi menilai, mewujudkan kawasan Kota Tebas yang indah dan asri tentu tidak dapat dilakukan oleh komunitas maupun organisasi masyarakat saja. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat maupun para wakil rakyat agar gagasan tersebut dapat direalisasikan.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap adanya perhatian dan dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Sambas melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) maupun program aspirasi yang berpihak pada penataan ruang terbuka hijau.
“Kami sangat berharap adanya kepedulian dari Anggota DPRD Kabupaten Sambas, khususnya Bapak Deni dari Komisi III serta Bapak Muhammad Isya dari Komisi IV dari Provinsi Kalbar, untuk dapat mengawal dan mengalokasikan aspirasi demi terwujudnya penataan taman dan penghijauan di Kota Tebas ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemuda Tebas, Iskandar Dinata, memberikan apresiasi atas inisiatif berbagai organisasi yang terlibat dalam Gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus ditumbuhkan melalui aksi nyata.
“Gerakan seperti ini sangat positif karena menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi juga berinisiatif untuk berbuat demi lingkungan. Kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga dan didukung agar budaya gotong royong tetap hidup serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iskandar Dinata.
Ia menambahkan, keberadaan taman-taman kecil di kawasan pusat Kota Tebas nantinya tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat dan meningkatkan citra Tebas sebagai kawasan yang bersih, hijau, dan tertata.
Iskandar Dinata yang karib disapa I’it berharap gerakan tersebut menjadi awal dari program penghijauan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, komunitas pemuda, hingga para pelajar.
“Kita berharap Gerakan Indonesia Asri tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkesinambungan. Jika semua pihak bergandengan tangan, saya optimistis Kota Tebas akan menjadi kawasan yang lebih hijau, bersih, indah, dan nyaman untuk masyarakat maupun para pengunjung,” tutup I’it. (Nop)






