Majalahmataborneonews.com, Kubu Raya– Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Terbuka (UT). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri prosesi Wisuda Universitas Terbuka (UT) Pontianak di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus yang merupakan alumni UT berbagi pengalaman saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Ia mengenang masa ketika pembelajaran UT masih banyak menggunakan buku dan modul, sehingga mahasiswa dituntut untuk belajar secara mandiri.
Menurut Krisantus, sistem pendidikan UT mengajarkan mahasiswa untuk disiplin, mandiri, serta mampu mengatur waktu dengan baik. Ia menilai karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan lulusan UT dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Krisantus juga menyebut dirinya sebagai salah satu bukti bahwa lulusan UT mampu bersaing dan mengambil peran penting dalam pemerintahan. Ia berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, wisuda merupakan awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh bagi daerah, bangsa, dan negara.
Krisantus juga mengapresiasi peran UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Barat. Dengan wilayah Kalbar yang luas dan kondisi geografis yang beragam, keberadaan sistem pendidikan jarak jauh dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada di daerah, desa, kawasan perbatasan, serta wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Kalimantan Barat yang dapat memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan lulusan UT memiliki karakter khas karena selama menjalani pendidikan dituntut untuk mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar.
Ali menjelaskan, UT terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Jika pada masa Krisantus menempuh pendidikan pada 1993 pembelajaran masih banyak mengandalkan buku dan modul, kini UT telah menerapkan konsep open, distance and digital learning dengan memanfaatkan berbagai platform digital dalam proses pembelajaran, tutorial, hingga pelaksanaan ujian.
Menurutnya, fleksibilitas pendidikan UT menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Prosesi Wisuda UT Pontianak yang diikuti 763 wisudawan dan wisudawati tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap para lulusan UT dapat terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Wisuda pun diharapkan tidak menjadi akhir perjalanan pendidikan, melainkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.






