Palangka Raya – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas menemukan fakta mengejutkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Sebanyak enam sopir travel yang melintas di wilayah tersebut terindikasi menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine dalam pemeriksaan kesehatan yang digelar Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan pemudik yang menggunakan transportasi umum selama periode mudik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pemeriksaan awal. Sementara tindak lanjut terhadap sopir yang terindikasi positif narkoba akan ditangani oleh aparat berwenang.
“Hasil pemeriksaan hari ini terhadap sopir travel ada enam orang yang terindikasi positif narkoba. Namun kami hanya melakukan pemeriksaan, untuk penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang,” ujar Nugroho di Sampit, Sabtu.
Pemeriksaan Dilakukan Demi Keamanan Pemudik
Menurut Nugroho, Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran kembali diaktifkan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengemudi transportasi umum tetap prima selama melayani pemudik.
Dalam kegiatan ini, para sopir angkutan umum hingga kernet menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus tes urine guna mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkoba.
Untuk memastikan hasil pemeriksaan akurat, Dinas Kesehatan Kotim bekerja sama dengan Satres Narkoba Polres Kotim serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.
Pemeriksaan Sebelumnya Di Terminal Bus
Sehari sebelumnya, Jumat (13/3), pemeriksaan juga dilakukan kepada sopir dan kernet bus yang sedang transit di Terminal Patih Rumbih.
Dari total 28 orang yang diperiksa, hasilnya menunjukkan beberapa masalah kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Delapan orang mengalami tekanan darah tinggi, enam orang memiliki kadar gula darah tinggi, dan tujuh orang terdeteksi mengalami kelebihan berat badan.
Meski demikian, seluruh sopir bus yang menjalani tes urine pada pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif narkoba.
Pemeriksaan Sopir Travel Ungkap Temuan Positif Narkoba
Pemeriksaan berikutnya dilakukan pada Sabtu (14/3) di kawasan Islamic Center Sampit dengan menyasar para sopir travel atau taksi antarkota.
Petugas dari Satlantas dan Dinas Perhubungan menghentikan kendaraan travel yang melintas untuk diarahkan menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine.
“Para sopir terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh tim medis. Setelah itu tes urine dilakukan dengan pengawasan dari BNNK sampai hasilnya keluar,” jelas Nugroho.
Dari 26 sopir travel yang diperiksa, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan seperti 19 orang mengalami tekanan darah rendah, tiga orang memiliki kadar gula darah tinggi, satu orang mengalami kelebihan berat badan, dan tiga orang tergolong kurus.
Namun yang paling menjadi perhatian adalah hasil tes urine yang menunjukkan enam sopir terindikasi positif menggunakan narkoba.
Sopir Yang Positif Tidak Layak Mengemudi
Nugroho menegaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pemeriksaan medis. Penanganan terhadap sopir yang positif narkoba sepenuhnya menjadi kewenangan BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim.
Berdasarkan informasi yang diterima, para sopir yang terindikasi positif diminta menyerahkan identitas diri. Mereka juga diberikan surat keterangan tidak layak mengemudi sementara serta diwajibkan menjalani wajib lapor.
“Dari hasil rapat sebelumnya disepakati bahwa BNNK akan menangani pengguna termasuk proses rehabilitasinya, sedangkan Satres Narkoba Polres Kotim akan menindaklanjuti pengembangan kasusnya,” jelasnya.
Edukasi Kesehatan Juga Diberikan Kepada Sopir
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba, petugas juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada para sopir.
Bagi pengemudi yang memiliki kadar gula darah tinggi misalnya, mereka disarankan mengurangi konsumsi makanan manis, memperbaiki pola istirahat, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap fit saat bekerja.
Petugas juga memberikan obat-obatan dasar bagi sopir yang membutuhkan.
Pemeriksaan Akan Terus Dilanjutkan
Dinas Kesehatan Kotim memastikan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini akan terus dilakukan selama periode mudik Lebaran.
Rencananya, pemeriksaan berikutnya akan dilakukan di Kecamatan Kota Besi, tepatnya di kawasan Bundaran Nanas, dengan target para sopir travel yang melintas.
Selain itu, pemeriksaan juga akan menyasar pengemudi transportasi air seperti sopir longboat yang melayani pemudik melalui jalur sungai di dermaga rakyat Jalan Iskandar Sampit.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan perjalanan pemudik sekaligus mencegah potensi kecelakaan akibat kondisi kesehatan pengemudi atau penyalahgunaan narkoba.







