Reses DPRD Sambas Denny di Jalan Amanah, Warga Harap Pembangunan Jembatan Penghubung Dusun Kenanga II dan Melati Segera Dibangun

Majalahmataborneonews.com, Sambas-

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Komisi III dari Partai Demokrat, Denny, S.H., melaksanakan kegiatan reses di Jalan Amanah, Dusun Kenanga, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Bacaan Lainnya
iklan

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Camat Tebas, Gustian, Asosiasi Sahabat Peduli Demokrasi dan Kemanusiaan Kabupaten Sambas (ASPIRASI KAMAS), Remaja Gang Amanah (RGA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Jalan Amanah, Dusun Kenanga, dan Dusun Kenanga II.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Sambutan pertama disampaikan oleh tuan rumah sekaligus Ketua RT 23 Dusun Kenanga, Eben, yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Sambas beserta seluruh masyarakat dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Eben berharap momentum reses dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah melalui wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sambas.

Sambutan berikutnya disampaikan Koordinator Reses, Suswadi, A.Md., yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Sambas Denny beserta seluruh tamu undangan yang hadir.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan kepada seluruh masyarakat yang telah hadir untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi demi kemajuan lingkungan.

Suswadi juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dengan tetap mengedepankan kepentingan bersama.

Selanjutnya, Anggota DPRD Kabupaten Sambas Komisi III dari Partai Demokrat, Denny, menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan reses. Menurutnya, reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Ia menjelaskan bahwa kondisi anggaran daerah saat ini masih dipengaruhi kebijakan efisiensi sehingga alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Sambas tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Memasuki sesi dialog dan tanya jawab, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.

Aspirasi pertama yang mendapat perhatian besar dari masyarakat adalah permintaan pembangunan kembali jembatan penghubung atau akses alternatif antara Dusun Kenanga II dan Dusun Melati, Desa Tebas Sungai. Warga menjelaskan jembatan tersebut ambruk dan putus setelah dihantam tumpukan sampah yang hanyut saat debit air meningkat.

Menurut warga, putusnya jembatan tersebut sangat mengganggu mobilitas masyarakat karena selama ini menjadi jalur penghubung utama antardusun. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah agar akses tersebut kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Denny menyatakan akan membawa usulan pembangunan jembatan tersebut ke dalam hasil reses untuk selanjutnya diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya program sadar sampah yang melibatkan pemerintah desa bersama masyarakat. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penumpukan sampah di sungai.

Denny menilai usulan tersebut sangat baik karena persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat. Ia berharap pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat dapat terus menggalakkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Di sektor pertanian, petani berharap pemerintah dapat meningkatkan kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi, baik dari sisi ketersediaan maupun ketepatan sasaran, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi pada setiap musim tanam.

Menanggapi aspirasi para petani, Denny mengatakan persoalan pupuk bersubsidi bahwa penyaluran pupuk bersubsidi mengikuti ketentuan pemerintah berdasarkan data petani yang telah terdaftar.

Aspirasi lainnya yang turut disampaikan masyarakat adalah harapan agar Jalan Amanah memiliki satu unit mobil ambulans yang dapat digunakan untuk kepentingan warga. Menurut mereka, keberadaan ambulans sangat dibutuhkan mengingat padatnya jumlah penduduk di kawasan tersebut serta untuk mempercepat penanganan warga yang sakit, maupun membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

Menanggapi aspirasi tersebut, Denny menjelaskan bahwa pengadaan mobil ambulans pada umumnya lebih memungkinkan diperjuangkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI. Sementara itu, untuk skala DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, ruang penganggaran masih cukup terbatas karena kemampuan keuangan daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, ia menegaskan aspirasi masyarakat tetap akan dicatat dan diupayakan agar dapat diperjuangkan melalui jalur yang memungkinkan.

“Untuk pengadaan ambulans, biasanya lebih memungkinkan diperjuangkan melalui aspirasi anggota DPR RI. Sementara untuk DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, memang terdapat keterbatasan anggaran karena kondisi keuangan daerah saat ini. Namun demikian, aspirasi ini tetap kami tampung dan akan kami koordinasikan serta perjuangkan melalui jalur yang memungkinkan,” jelas Denny.

Menanggapi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, Denny menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Ia menegaskan seluruh masukan yang diterima akan menjadi bagian dari hasil reses dan selanjutnya diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Sambas sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin. Aspirasi masyarakat merupakan dasar bagi kami dalam memperjuangkan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Walaupun tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam waktu dekat, seluruhnya akan kami catat dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog yang interaktif. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Anggota DPRD Kabupaten Sambas dan masyarakat, kemudian diakhiri dengan yel-yel penuh semangat, “Jalan Amanah… Kompak! Kompak! Kompak!”, sebagai simbol kebersamaan serta harapan agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan diwujudkan. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *