Hadapi Dampak Musim Kemarau, Pemprov Kalbar Penuhi Kebutuhan Air Bersih Bagi Masyarakat

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan di lima titik, masing-masing menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 8 ribu liter. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi musim kemarau yang turut berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas air.

Bacaan Lainnya
iklan

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, tampak masyarakat datang membawa jeriken, ember, hingga galon untuk menampung air bersih yang disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., turun langsung meninjau penyaluran bantuan di Komp. Puri Akcaya 3, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Gubernur Ria Norsan mengatakan, pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau, termasuk membantu warga yang terdampak perubahan kualitas air akibat intrusi air laut.

“Hari ini Pemprov Kalbar melalui Dinas PUPR menyalurkan 40 ribu liter air bersih di lima titik di Kota Pontianak. Saya turun langsung ke Paris 2 ini karena mendapat laporan dari warga bahwa air PDAM sudah tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum karena terasa asin,” ujar Gubernur.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat di tengah musim kemarau. Karena itu, pemerintah mengambil langkah cepat dengan menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Gubernur menegaskan, Pemprov Kalbar akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan selama masyarakat masih membutuhkan.

“Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk terus standby. Selama air PDAM masih asin dan masyarakat masih membutuhkan, pemerintah akan terus menyalurkan bantuan air bersih. Ini menjadi prioritas karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, Gubernur mengingatkan bahwa kondisi kemarau juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, diperlukan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, dan apabila melihat adanya titik api segera laporkan kepada pihak terkait. Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat,” imbaunya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan menggunakan bantuan air sesuai kebutuhan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

Pemprov Kalbar sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak beberapa hari terakhir. Penyaluran akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

Salah seorang warga Paris 2, Siti (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari Pemprov Kalbar.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian Bapak Gubernur. Air PDAM sudah sekitar seminggu ini asin dan tidak bisa digunakan untuk memasak. Dengan adanya bantuan ini kami sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari. Saya berharap dan berdoa semoga segera turun hujan,” ungkapnya.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *