Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Lutfi Ariadi dari Aliansi Sambas Bergerak yang juga tergabung dari Rumah Insan Cinta menyampaikan selain 9 tuntunan saat demonstrasi dengan beberapa urgensi, tetapi ia menyampaikan tuntan lebih cenderung kepada soal anggaran disalah satu instansi Dinas di Kabupaten Sambas yang diduga tidak tetap sasaran yaitu dana operasional dibeberapa instansi yang sudah dianalisa secara mendalam.
“Anggaran operasionalnya itu lebih gelembungnya anggaran makan yang mana anggaran makan itu terbuang sampai mencapai angka kurang lebih Rp.5 Miliar,” ujarnya saat diwawancarai media majalahmataborneonews.com di halaman gedung DPRD Sambas. Pada Senin (1/9/2025).
Lutfi mengungkapkan, angka Rp.5 Miliar merupakan angka fantastis dan tidak masuk akal.
Bahkan, dilihat lebih mendalam, ia menyoroti lembaga dinas kesehatan misalnya itu adalah pengadaan alat tulis yang memang sangat tinggi.
“Nah, yang tidak dimasuk akal bahwa alat tulis yang seharusnya bisa kuruskan anggarannya dan sisanya itu bisa kita alokasikan kelain. Sehingga apa-apa yang menjadi keresahan kebutuhan masyarakat itukan diurusi,” ungkapnya.
Persoalan anggaran tersebut menurutnya menjadi perhatian serius, bagaimana DPRD Kabupaten Sambas sebagai lembaga legeslatif itu mampu dan bisa berjalan sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga pengawas.
“Tentu itu menjadi tanggung jawab DPRD yang seharusnya seperti itu,” pinta Lutfi.
Lutfi mengungkapkan, anggaran yang menurutnya fantastis itu merupakan merupakan anggaran APBD 2025.
“Dalam analisis kami itu anggaran tahun ini bulan Agustus memang khusus terbaru 2025. Nah, itu hanya untuk satu lembaga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ada untuk lembaga-lembaga pemerintah itu 70% APBD Sambas habis untuk belanja rutin.
Lutfi berharap, dengan anggaran yang sangat fantastis tersebut mari bersama analisa lebih mendalam.
“Kita analisa bagaimana anggaran itu bisa dipergunakan baik itu untuk kesejahteraan rakyat atau pun hal-hal yang memang menjadi urgensi apa yang sebenarnya keperluan masyarakar yang ada di Kabupaten Sambas. Jadi itu bisa meminimalisir baik kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat, bahkan mereka-mereka inginkan seperti ada jalan yang harus dibenahi, adanya jembatan, dan juga gaji honor itukan bisa kita masukan sehingga apa-apa yang bisa ditambahkan dan apa yang diperbaiki itu bisa tertutupi,” pintanya. (Nop)







