Majalahmataborneonews.com, Landak – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 dengan cara berbeda. Tak hanya menggelar agenda seremonial, organisasi wartawan ini memilih kawasan wisata Riam Angan Tembawang, Desa Angan Tembawang, sebagai lokasi kegiatan penghijauan.
Sebanyak 20 bibit pohon produktif disiapkan untuk ditanam secara simbolis di kawasan wisata tersebut. Dan sekitar 200 Bibit buah akan dibagikan kepada masyarakat yang memiliki lahan di sekitar Riam Angan Tembawang. Kegiatan akan dilangsungkan pada Rabu (23/09/2026) mendatang.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi di Aula Kantor Desa Angan Tembawang, Kamis (10/9/2026) siang.
Rapat dihadiri Ketua IWO Landak L. Sahat Tinambunan, Kepala KPH Landak Wawan Setiawan, Ketua Panitia HUT ke-14 Ya’ Syahdan, Sekretaris Desa Angan Tembawang Joni A., Ketua BPD Angan Tembawang Nikodimus, Ketua Pengelola Wisata Riam Angan Tembawang Darwis, serta jajaran perangkat desa.
HUT ke-14 IWO Landak mengusung tema “Jurnalis Peduli Lingkungan: Menulis Fakta, Menanam Harapan.”
Ketua Panitia HUT IWO Landak ke-14, Ya’ Syahdan, mengatakan penanaman pohon menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan tahun ini.
Menurutnya, KPH Landak telah memberikan dukungan dengan menyediakan bibit tanaman buah-buahan produktif.
“Dari KPH juga sudah menyiapkan bibit buah-buahan, tanaman produktif. Ada yang kita rencanakan untuk tanaman pokok, sebanyak 20 bibit untuk ditanam secara seremonial di lokasi acara Riam,” kata Ya’ Syahdan.
Ia mengatakan bibit yang tersisa setelah penanaman simbolis akan diprioritaskan untuk masyarakat yang memiliki lahan di sekitar kawasan wisata.
“Kalau ada kelebihan, dibagikan kepada masyarakat lainnya. Yang utama masyarakat yang berdekatan dengan lokasi Riam Angan,” ujarnya.
Perhatikan Status Lahan Dukungan terhadap gerakan penghijauan disampaikan Ketua BPD Angan Tembawang, Nikodimus. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Namun, ia mengingatkan panitia agar memastikan komunikasi dengan pemilik lahan sebelum melakukan penanaman.
Menurut Nikodimus, hal tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman yang pernah terjadi dalam kegiatan penanaman sebelumnya.
“Paling tidak ada semacam pemberitahuan kepada yang punya lokasi supaya tidak salah paham. Karena bagaimanapun kita tidak bisa mengabaikan mereka,” tegasnya.
Ia khawatir pohon yang sudah ditanam justru dicabut apabila pemilik lahan tidak mengetahui atau tidak menyetujui kegiatan tersebut.
“Masalahnya nanti ketika pohon kita tanam, dicabut mereka, jadi masalah. Yang jadi masalah sesama kita di sini. Itu yang kita hindari,” katanya.
Nikodimus juga mengusulkan agar bibit tanaman buah produktif seperti rambutan, cempedak dan durian dikembangkan di kawasan tersebut sehingga penghijauan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hulu Sungai Jadi Perhatian Lebih jauh, Nikodimus meminta gerakan kepedulian lingkungan tidak hanya berfokus di kawasan wisata Riam Angan, tetapi juga menyentuh wilayah hulu sungai.
Ia menilai kondisi hulu sangat menentukan kelestarian aliran sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat di sejumlah dusun.
“Kalau kita tanam di Riam yang kayunya sudah besar-besar, saya rasa itu tidak menjawab. Hulunya itu perlu kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan hulu Sungai Rentawan saat ini membutuhkan perhatian serius.
“Hulu sungai ini urat nadinya Angan. Berapa dusun yang menikmati sungai Rentawan ini. Akhirnya hulunya sudah rusak. Itu yang mau kita perbaiki,” katanya.
Karena itu, ia mendorong IWO Landak tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon saat HUT. Edukasi mengenai pentingnya menjaga ekologi juga dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, Pokdarwis, kader dan masyarakat.
“Kalau bisa dari IWO mengadakan semacam sosialisasi, baik kepada perangkat, Pokdarwis maupun kader yang ada di desa, tentang pentingnya menjaga ekologi. Buat semacam seminar atau kegiatan edukasi. Itu juga penting,” harapnya.
Pemdes dan KPH Dukung Sekretaris Desa Angan Tembawang, Joni A., memastikan pemerintah desa mendukung pelaksanaan HUT IWO Landak tersebut.
Ia menyebut rapat koordinasi merupakan tindak lanjut pembahasan awal antara IWO Landak, KPH Landak dan pemerintah desa.
“Yang jelas ini tindak lanjut dari perencanaan awal untuk kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Joni.
Sementara itu, Kepala KPH Landak Wawan Setiawan menyatakan dukungan terhadap agenda penghijauan yang digagas IWO Landak.
KPH Landak menyiapkan bibit tanaman buah-buahan produktif untuk ditanam di lokasi kegiatan dan dibagikan kepada masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Selain menjaga lingkungan, tanaman produktif juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sejumlah kebutuhan teknis kegiatan turut dibahas dalam rapat. KPH Landak akan membantu menyiapkan konsumsi umum, sedangkan konsumsi untuk penyambutan Bupati akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Persiapan lubang tanam juga direncanakan melibatkan Kodim dan pemerintah desa.
IWO Ingin HUT Tinggalkan Manfaat Ketua IWO Kabupaten Landak, L. Sahat Tinambunan, mengatakan pemilihan kegiatan penghijauan bukan tanpa alasan.
Menurutnya, HUT ke-14 IWO Landak harus meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan.
“Tema ini ingin menunjukkan bahwa jurnalis bukan hanya menulis fakta, tetapi juga harus mampu menanam harapan melalui aksi nyata. Karena itu, kami memilih kegiatan penghijauan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang,” kata Sahat.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, mulai dari insan pers, pemerintah daerah, pemerintah desa, KPH, aparat keamanan, pengelola wisata hingga masyarakat.
“Yang kami harapkan kegiatan ini menjadi kegiatan bersama. Kita ingin pers, pemerintah, aparat, pengelola wisata dan masyarakat bisa duduk bersama, bergandengan tangan untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sahat menegaskan, Riam Angan Tembawang dipilih karena memiliki potensi wisata yang besar sekaligus membutuhkan perhatian bersama agar kelestarian alamnya tetap terjaga.
“Kita ingin HUT IWO tahun ini meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Bukan hanya acara selesai kemudian selesai juga ceritanya. Pohon yang kita tanam harus dirawat dan gerakan kepedulian lingkungannya harus terus dilanjutkan,” tegasnya.
Ia juga menyambut positif masukan BPD mengenai pentingnya komunikasi dengan pemilik lahan dan pemulihan kawasan hulu sungai.
“Kami sangat terbuka dengan masukan dari masyarakat. Kalau memang hulunya perlu mendapat perhatian, tentu ini menjadi catatan bagi kita untuk membangun gerakan yang lebih berkelanjutan. IWO siap menjadi bagian dari kolaborasi tersebut,” katanya.
Menulis Fakta, Menanam Harapan Peringatan HUT ke-14 IWO Landak di Riam Angan Tembawang pada akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi.
Penanaman 20 pohon dan pembagian bibit produktif kepada masyarakat menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan aksi nyata dan kerja bersama.
Dari Riam Angan Tembawang, IWO Landak ingin membawa pesan bahwa tugas jurnalis tidak berhenti pada mencatat dan memberitakan fakta.
Menulis fakta adalah tugas jurnalistik. Menanam pohon adalah bentuk kepedulian. Merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama.






