Majalahmataborneonews.com, Sambas –
Suasana meriah menyelimuti kawasan Sungai Sambas pada Minggu pagi (26/7/2026). Ribuan masyarakat terlihat memadati tepian sungai dan kawasan dermaga untuk menyaksikan langsung Festival Muare Ulakan Lomba Sampan Bidar 2026.
Antusiasme warga semakin terasa ketika ratusan pendayung dari berbagai daerah mulai beradu kecepatan di atas aliran Sungai Sambas. Sebanyak 107 tim sampan bidar ambil bagian dalam perlombaan tingkat Kalimantan Barat tersebut.
Festival Muare Ulakan tahun ini digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 serta HUT Perpindahan Ibu Kota Sambas ke-27. Kehadiran para peserta dan masyarakat membuat pelaksanaan kegiatan berlangsung semarak sekaligus menjadi bagian penting dalam pelestarian tradisi budaya sungai di Kabupaten Sambas.
Pembukaan perlombaan ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Pewaris Kesultanan Sambas, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan. Prosesi tersebut turut didampingi Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., di titik awal perlombaan yang berada di Dermaga Wisata Sungai Muare Ulakan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat serta tetap mengedepankan sportivitas.
“Tetap semangat, jaga sportivitas, dan ikuti seluruh aturan perlombaan agar ajang ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses hingga titik akhir,” pesan Heroaldi kepada para atlet pendayung.
Menurut Heroaldi, lomba sampan bidar tidak hanya memiliki nilai sebagai kegiatan olahraga dan hiburan masyarakat. Lebih jauh, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda yang mampu memberikan dampak terhadap sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat.
Ia pun mendorong agar pelaksanaan Festival Muare Ulakan, khususnya lomba sampan bidar, dapat dikemas semakin besar dan menarik pada masa mendatang. Dengan semakin banyaknya masyarakat maupun pengunjung yang datang, diharapkan aktivitas ekonomi lokal ikut tumbuh.
“Kami berharap pelaksanaan lomba sampan bidar di tahun-tahun berikutnya bisa dikemas lebih besar dan meriah. Efek dominonya jelas, kita ingin kegiatan seperti ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Sambas,” ungkapnya.
Pesona Festival Muare Ulakan 2026 juga berhasil menarik perhatian masyarakat dari luar daerah. Kehadiran sejumlah tamu kehormatan dari Malaysia turut menambah semarak suasana pembukaan dan menunjukkan bahwa kegiatan budaya serta olahraga air di Sambas memiliki daya tarik hingga lintas negara.
Sejumlah pejabat dan tokoh daerah juga terlihat hadir memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sambas, Dedi Zulkarnain, serta Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari.
Sepanjang perlombaan berlangsung, suara sorakan penonton berpadu dengan kayuhan para pendayung yang bergerak cepat membelah aliran sungai. Persaingan antartim berlangsung sengit dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang memenuhi kawasan tepian Sungai Sambas.
Festival Muare Ulakan Lomba Sampan Bidar 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga air. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi masyarakat, menjaga keberlangsungan budaya sungai yang menjadi bagian dari identitas Sambas, serta membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui aktivitas UMKM dan sektor pariwisata.
Dengan semangat pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah, Festival Muare Ulakan diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sambas. (Nop)






