Majalahmataborneonews.com, Pontianak-
Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik 2025 kembali digelar sebagai puncak rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik se-Kalimantan Barat. Sebanyak 168 badan publik turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan pada 14 November 2025 di Aula Pendopo Gubernur Kalbar. Acara tahunan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong semangat transparansi, kolaborasi, serta akuntabilitas untuk mewujudkan Kalimantan Barat yang lebih maju dan berkelanjutan.
Di tengah persaingan ketat antar badan publik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan. Dengan rekam jejak sebagai Juara 1 pada tahun sebelumnya, lembaga ini berupaya mempertahankan prestasi tersebut dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.
Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Drs. H. Manto, M.Si, menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih selama ini tidak terlepas dari profesionalisme dan dedikasi seluruh staf. Ia menuturkan bahwa komitmen untuk menyajikan informasi publik yang akurat dan mudah diakses selalu ditopang oleh proses long life education.
“Prinsip bahwa kemampuan harus terus diasah menjadi pedoman kerja kami setiap hari. Ini sejalan dengan semangat pendidikan sepanjang hayat, terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat,” ujarnya.
Manto menambahkan bahwa penguatan kapasitas tidak hanya menjadi beban staf teknis semata. Seluruh pimpinan, termasuk dirinya, terlibat aktif dalam proses pembaruan kemampuan tersebut.
“Pimpinan tertinggi pun memberikan teladan sebagai ‘pembelajar tertua’. Hal ini memotivasi pegawai yang lebih muda, bahkan mahasiswa magang generasi Z, agar tidak kalah dalam penguasaan teknologi,” tuturnya.
Menurutnya, kultur kerja progresif yang terus dibangun mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam peningkatan mutu pelayanan publik. Lebih jauh, Manto menegaskan bahwa pencapaian yang diperoleh bukanlah tujuan utama, melainkan bagian dari konsekuensi kerja tulus.
“Kami bekerja karena itu kewajiban kami. Jika kemudian kami kembali meraih penghargaan dan mampu mempertahankan gelar juara seperti tahun sebelumnya, itu hanyalah bonus dari kerja tulus yang kami lakukan,” ungkapnya. (Nop)







