Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengambil langkah untuk melindungi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Rumah Oksigen disiapkan sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak menurunnya kualitas udara.
Fasilitas ini memberikan akses oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung pelayanan kesehatan darurat. Layanan tersebut disiapkan selama 24 jam, sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan ketika diperlukan.
Rumah Oksigen tersedia di dua lokasi, yakni Aula Husada Khatulistiwa Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Jalan D.A. Hadi Nomor 07, serta Unit Klinik Pratama Kompleks Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 112.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalbar untuk memastikan masyarakat tetap mendapat perlindungan dan akses layanan kesehatan di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla.






