Generasi Z dan Masa Depan Indonesia

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dan berbagai Lembaga Demografi Global, Generasi Z adalah mereka yang dikelompokkan lahir dalam rentang waktu antara tahun 1997 hingga tahun 2012 artinya mereka yang hingga sekarang berumur antara 14 hingga 29 tahun
Dikutip dari penelitian Yanuar Surya Putra, Teori Perbedaan Generasi (2021) penentuan rentang waktu ini didasarkan pada kesamaan pengalaman historis dan sosial terutama tumbuh kembangnya era digital.

Pada umumnya Generasi Z adalah mereka yang melek teknologi digital, berkomunikasi sudah melalui media sosial seperti whatsApp, Instagram, facebook dan lain-lain, sehingga mereka dalam mengekspresikan pendapatnya dilakukan secara spontan serta pada sisi yang lain mereka dapat melakukan beberapa aktivitas sekaligus.
Generasi Z cenderung menerima perbedaan dan kritis dalam menyerap issue-issue sosial

Bacaan Lainnya
iklan

Dalam konteks kontestasi Demokrasi, data Pemilu 2024 menunjukkan jumlah pemilih Generasi Z mencapai 46,8 juta pemilih, dan jika digabung dengan Generasi Milenial menyumbang 55-56% dari jumlah pemilih tetap.
Sebuah angka yang sangat mempengaruhi dan menentukan dalam kerangka Indonesia Emas 2045.

Para Generasi Z merupakan kelompok yang tidak pernah mengalami sulitnya kehidupan dimasa Orde Lama, kerasnya kontrol Pemerintah diera Orde Baru serta gerakan rakyat diera Reformasi.
Mereka hidup diera dimana kebutuhan mereka tersedia dan tercukupi, pergi menuntut ilmu tidak lagi bersepeda dan bahkan berjalan kaki, tempat mereka berinteraksi sudah dicafe.

Lalu, apa yang kita harapkan dari Generasi Z ketika menuju era Indonesia Emas dimana mereka mudah mengakses informasi berdasarkan Keterbukaan Informasi Publik, Demokratisasi serta pendekatan pembangunan yang perlahan namun pasti mengarah pada pendekatan militeristik ?
Mereka bisa hanyut dan mereka juga bisa akan berlawanan arah, sangat tergantung faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku mereka.

Seorang Pemimpin disamping mempersiapkan dirinya juga harus disiapkan dan tentu menjadi tugas kita semua seluruh stakeholder terkait untuk itu.

Oleh: IRWAN SUDIANTO
Sekretaris LP-KPK Komisi Cabang Kabupaten Sambas.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *