Majalahmataborneonews.com, Kubu Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri Malam Puncak Peringatan Haul Agung Raja Kubu ke-238 yang digelar di halaman Istana Keraton Kesultanan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/6/2026).
Acara religius dan budaya yang sarat sejarah ini turut dihadiri oleh Yang Mulia Raja Kubu Syarif Ibrahim Bin Nyoh Al-Idrus (Raja Kubu ke-XI), Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, para tokoh agama, ulama, habaib, serta keluarga besar kesultanan dan masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Kesultanan Kubu dan seluruh masyarakat yang konsisten merawat tradisi haul ini selama lebih dari dua abad. Menurutnya, Haul Agung bukan sekadar penghormatan kepada pendiri kesultanan, tetapi juga cerminan kokohnya jati diri bangsa.
”Haul ini sudah berusia 238 tahun, sebuah perjalanan waktu yang sangat panjang, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia. Ini membuktikan bahwa fondasi bangsa kita dibangun di atas peradaban kerajaan dan kesultanan yang luhur,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Krisantus meminta kerabat keraton untuk segera mengajukan proposal pembenahan infrastruktur halaman dan lantai Istana Keraton Kubu agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Selain aspek sejarah, Krisantus memanfaatkan momentum ini untuk menekankan pentingnya menjaga kerukunan di Kalimantan Barat, yang ia sebut sebagai miniatur kebhinekaan Indonesia dengan keberadaan 24 suku bangsa. Beliau menegaskan agar tidak ada lagi dikotomi antara istilah masyarakat “asli” dan “pendatang”.
”Suku apa pun, agama apa pun, jika sudah berada dan hidup di Kalimantan Barat, maka mereka adalah Putra Daerah Kalimantan Barat yang wajib mendapatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang sama dari pemerintah. Mari kita ibaratkan perbedaan ini seperti sebuah tenda—kokoh berdiri karena kain, besi, dan kayu saling mengikat dan bersatu untuk melindungi dari panas dan hujan,” tambahnya.
Peringatan haul yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Habib Muhamad Bin Syech Abubakar, Habib Toha, Habib Abdul Qodir Baagil, unsur Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, jajaran DPRD Kabupaten Kubu Raya, Direktur PT Jamkrida, serta Kepala Divisi Perencanaan Bank Kalbar.
Menutup arahannya, Krisantus yang dikenal dengan gayanya yang merakyat dan humoris, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sungkan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.
”Jabatan tidak mengubah hidup saya. Jika ada urusan kemasyarakatan atau pemerintahan tingkat provinsi, silakan datang ke kantor gubernur. Pintu ruangan Wakil Gubernur selalu terbuka lebar untuk Bapak, Ibu, dan saudara sekalian,” pungkasnya.







