Wagub Krisantus Buka Raperda PD Perpamsi Kalbar 2026, Dorong Transformasi Pelayanan Air Minum Berbasis Teknologi

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PD Perpamsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi dan perkembangan organisasi Perpamsi Kalbar yang dinilai terus menunjukkan kemajuan. Dengan suasana santai, ia sempat menyampaikan apresiasi melalui kelakar mengenai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Bacaan Lainnya
iklan

“Tahun lalu di Hotel Golden Tulip, hari ini di Novotel. Nampaknya semakin meningkat dari hotelnya, Pak,” ujarnya disambut hangat peserta.

Krisantus menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan perhatian besar terhadap sektor air bersih dan air minum karena merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, persoalan air tidak lagi sekadar menyangkut pelayanan publik, melainkan berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan manusia.

“Air ini bukan lagi menguasai hajat hidup orang banyak, tetapi memang menguasai kehidupan. Karena itu kalau kita bicara air, wajib hukumnya untuk kita urusi dan kita dukung semaksimal mungkin,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis air. Menurutnya, selama ini perhatian publik sering kali lebih besar terhadap gangguan listrik dibanding terganggunya layanan air bersih, padahal seluruh makhluk hidup bergantung pada ketersediaan air.

Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur turut mendorong kalangan akademisi, praktisi, serta jajaran Perpamsi untuk mulai merumuskan pendekatan dan inovasi baru agar masyarakat memiliki kesadaran yang lebih kuat terhadap pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan air.

Lebih lanjut, Krisantus mengajak perusahaan daerah penyedia layanan air untuk terus bertransformasi seiring perkembangan teknologi. Ia berharap orientasi pelayanan tidak berhenti pada penyediaan air untuk kebutuhan domestik, tetapi berkembang menjadi layanan air minum yang aman, berkualitas, dan siap konsumsi.

Ia bahkan mendorong Perpamsi untuk melakukan studi komparatif ke berbagai negara maupun daerah yang telah berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air menjadi air minum, termasuk wilayah dengan keterbatasan sumber air namun mampu menghadirkan layanan berkualitas bagi masyarakat.

Selain aspek inovasi, Krisantus juga menekankan pentingnya pemerataan pelayanan, khususnya pada wilayah perbatasan antar daerah yang masih menghadapi kendala distribusi air.

Ia mencontohkan perlunya penyelesaian persoalan layanan di kawasan perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak agar tidak terjadi kesenjangan akses air bersih di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan Rakerda PD Perpamsi Kalbar Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap lahir langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat tata kelola pelayanan air minum, memperluas akses masyarakat, serta menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *