Founder Melayu Foundation: Kopdar Akbar Menjadi Langkah Awal Penguatan Jati Diri Melayu Sambas

Founder Melayu Foundation, Lukmanul Hakim, S.Pd., Gr., M.Pd.

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Founder Melayu Foundation, Lukmanul Hakim, S.Pd., Gr., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan Kopdar Akbar Melayu Sambas di Desa Makrampai, Kecamatan Tebas, merupakan bagian dari upaya membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai adat, budaya, dan jati diri Melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjtunya, Kegiatan Kopdar Akbar Melayu Sambas 2026 yang berlangsung di Warung Kopi Inceramut, Desa Makrampai, Kecamatan Tebas, Sabtu (30/5/2026) malam hingga Minggu (31/5/2026) dini hari, menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan bagi tokoh masyarakat, pemuda, budayawan, dan berbagai organisasi kemasyarakatan Melayu di Kabupaten Sambas.

Bacaan Lainnya
iklan

Menurut Lukmanul Hakim, masyarakat Melayu Sambas saat ini membutuhkan penguatan nilai-nilai sosial dan budaya yang mampu menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia mengibaratkan bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan penyelesaian masalah melalui hukum negara ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga perlu memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui penguatan nilai adat dan budaya.

“Kita harus jujur melihat kondisi hari ini. Melayu Sambas membutuhkan penguatan yang lebih besar dalam menjaga jati dirinya. Selama ini kita sering bergantung pada hukum negara untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Padahal, selain hukum negara, kita juga memiliki nilai-nilai adat yang dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan beradab,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hukum negara memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan dan menyelesaikan persoalan yang telah terjadi. Namun di sisi lain, nilai-nilai adat dan qanun Melayu yang tengah dirumuskan diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen sosial yang memperkuat karakter masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat dicegah sejak dini.

Menurutnya, nilai-nilai adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi pedoman moral yang mengatur hubungan antarmanusia, kehidupan bermasyarakat, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Kopdar Akbar Melayu Sambas yang melibatkan tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, budayawan, dan didukung oleh unsur pemerintah daerah, Melayu Foundation berkomitmen untuk mendorong lahirnya berbagai gagasan yang berorientasi pada penguatan karakter masyarakat Melayu.

Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah penyusunan Buku Besar Perundangan Melayu, yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat nilai-nilai adat, etika, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Sambas.

“Kami ingin menghadirkan apa yang kami sebut sebagai penguatan adab dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Buku Besar Perundangan Melayu, kami berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dapat kembali dikenal, dipahami, dan diamalkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” kata Lukmanul.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif tersebut bukan sekadar menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi, melainkan membangun kesadaran kolektif agar berbagai persoalan sosial dapat dicegah sejak awal melalui penguatan karakter, pendidikan budaya, dan pemahaman terhadap nilai-nilai adat Melayu.

“Kami tidak ingin hanya hadir ketika terjadi konflik sosial, perpecahan, atau persoalan ekonomi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun masyarakat yang kuat secara moral, memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi adab, serta memahami jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat Melayu Sambas,” ujarnya.

Lukmanul berharap semangat yang lahir dari Kopdar Akbar Melayu Sambas dapat menjadi gerakan bersama dalam merawat identitas budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun masyarakat Sambas yang berkarakter, berkemajuan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur warisan leluhur Melayu.

“Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Jika nilai-nilai itu terus hidup dalam masyarakat, maka Sambas akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *