Apresiasi Kopdar Melayu Sambas 2026, GP Ansor Sambas Dukung Pembentukan Dewan Adat dan Rumah Nusantara Sambas

GP Ansor Kabupaten Sambas menghadiri Kopdar Melayu Sambas 2026 di Pasar Inceramut Tebas

Majalahmataborneonews.com, Sambas-
Ketua Mandataris PC GP Ansor Kabupaten Sambas, Muhajir, menyampaikan apresiasi kepada Melayu Foundation yang telah mengundangnya dalam kegiatan Kopdar Akbar Melayu Sambas yang diselenggarakan di Warung Kopi Inceramut, Desa Makrampai, Kecamatan Tebas, Sabtu (30/5/2026) malam.

Menurut Muhajir, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarelemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Sambas. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, anggota DPRD Kabupaten Sambas, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya
iklan

Muhajir menilai Kopdar Akbar Melayu Sambas tidak hanya menjadi ajang pertemuan biasa, tetapi juga ruang bertukar gagasan yang produktif bagi para tokoh dan generasi muda Melayu. Bahkan, setelah kegiatan utama berakhir, diskusi informal masih berlanjut hingga Minggu (31/5/2026) dini hari.

“Semangat diskusi malam itu sangat luar biasa. Hingga pukul 03.00 WIB kami masih berdiskusi mengenai berbagai gagasan untuk kemajuan masyarakat Sambas. Meskipun pada akhirnya hanya tersisa beberapa orang, di antaranya saya dan Bang Fitriansyah Zaid, semangat untuk membicarakan masa depan Sambas tetap menyala,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, muncul sejumlah gagasan strategis yang dinilai perlu ditindaklanjuti melalui forum yang lebih formal namun tetap santai dan terbuka. Salah satunya adalah rencana pembentukan Dewan Adat Melayu Sambas sebagai wadah yang dapat memperkuat pelestarian adat, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sambas.

Muhajir juga mendukung gagasan yang disampaikan Lukman terkait pembentukan wadah kreativitas bagi pemuda dan pemudi Sambas melalui pendirian Rumah Nusantara Sambas yang direncanakan berpusat di Kecamatan Tebas. Wadah tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan seni, budaya, dan berbagai aktivitas positif generasi muda.

Menurutnya, upaya pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan tradisi, kearifan lokal, serta pewarisan nilai-nilai yang telah ditinggalkan para pendahulu.

“Merawat budaya bukan hanya menjaga kesenian, tetapi juga merawat sanad ilmu, sanad leluhur, dan sanad organisasi agar tetap menjadi pedoman bagi generasi berikutnya,” katanya.

Selain aspek budaya, Muhajir menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi generasi muda sebagai fondasi kemajuan daerah. Ia berharap pemuda-pemudi Sambas mampu mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari skala mikro hingga usaha yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga marwah daerah.

Menurutnya, kemajuan budaya dan ekonomi harus berjalan beriringan. Pelestarian budaya yang kuat perlu didukung oleh generasi muda yang mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing.

Melalui semangat silaturahmi yang terbangun dalam Kopdar Akbar Melayu Sambas, Muhajir optimistis berbagai gagasan yang lahir dari diskusi tersebut dapat diwujudkan menjadi program nyata bagi kemajuan Kabupaten Sambas.

“Dimulai dengan Bismillah dan semangat kebersamaan, saya yakin pemuda-pemudi Sambas mampu mewujudkan berbagai cita-cita yang telah direncanakan bersama. Harapan saya, kemandirian ekonomi generasi muda Sambas suatu saat dapat menjadi barometer bagi daerah lain di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *