Majalahmataborneonews.com, Pontianak-
Sebagai upaya memperkokoh fondasi kebangsaan di kalangan kaum perempuan, Anggota MPT RI asal daerah pemilihan Kalimantan Barat, Hj. Erlinawati, S.H., M.A.P., kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Selasa 10 Februari di Pontianak. Berkolaborasi dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Barat, kegiatan ini mengusung tema strategis: “Perempuan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika: Merawat Keberagaman, Berdaya Menuju Indonesia Maju 2045″.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus BKOW Provinsi Kalimantan Barat serta perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari berbagai Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.
Dalam orasi kebangsaannya, Erlinawati menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kalimantan Barat. Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
”Perempuan adalah pendidik pertama dan utama. Di tangan ibu-ibu sekalian, nilai-nilai toleransi dan cinta tanah air ditanamkan. Menuju Indonesia Maju 2045, kita tidak hanya butuh kecerdasan intelektual, tapi juga keteguhan ideologi agar bangsa ini tidak mudah terpecah belah,” ujar Senator Erlinawati di hadapan para peserta.
Erlinawati menjelaskan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan pilar utama dalam mendidik generasi masa depan yang mencintai tanah air. Ia berpendapat bahwa keberagaman yang ada di Kalimantan Barat harus dipandang sebagai kekayaan yang perlu dijaga dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika agar menjadi kekuatan besar di masa depan.
”Perempuan adalah sosok yang berdiri di garis terdepan dalam merawat perbedaan di dalam keluarga dan masyarakat.
Saya berharap melalui sosialisasi ini, ibu-ibu dari BKOW dan GOW dapat menjadi duta-duta kerukunan yang mampu mengimplementasikan nilai Pancasila dan NKRI dalam kehidupan sehari-hari demi menyongsong Indonesia Maju 2045,” tegas Perempuan yang juga Ketua BKOW Kalbar dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, senator asal Kalimantan Barat ini juga memaparkan bahwa pemahaman terhadap konstitusi dan jati diri bangsa adalah modal utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa tanpa fondasi ideologi yang kuat, cita-cita besar bangsa pada tahun 2045 akan sulit dicapai karena rentannya stabilitas sosial akibat perpecahan.
Melalui Kegiatan sosialisasi ini, para peserta perempuan-perempuan yang tergabung dalam organisasi BKOW diharapkan dapat membawa pulang pemikiran strategis mengenai pentingnya kemandirian perempuan yang tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kebangsaan.
Erlinawati menutup arahannya dengan menegaskan kembali bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan organisasi kemasyarakatan perempuan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
“Saya sangat meyakini bahwa perempuan yang berdaya serta cerdas secara politik dan ideologi akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan bersatu,” tutup Erlinawati. (Nop)







