Sidang ke-39 SOSEK MALINDO Hasilkan Kesepakatan Strategis Perkuat Kerja Sama Kalbar-Sarawak

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat–Negeri Sarawak resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Penutupan sidang ditandai dengan pengesahan dan penandatanganan kertas kerja hasil persidangan oleh Ketua Kelompok Kerja SOSEK MALINDO Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., bersama Pengerusi JKK SOSEK MALINDO Negeri Sarawak, Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah Bin H. Zaidel. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti seluruh kesepakatan yang telah dicapai selama persidangan.

Bacaan Lainnya
iklan

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi, tim teknis, sekretariat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga rangkaian sidang berlangsung dengan lancar dan produktif.

“Alhamdulillah, Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO telah menghasilkan berbagai kesepakatan penting. Yang paling utama sekarang adalah memastikan seluruh hasil sidang ini benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan Kalbar dan Sarawak,” ujar Krisantus.

Menurutnya, selama pelaksanaan sidang kedua delegasi telah membahas berbagai isu strategis secara terbuka, mulai dari pembangunan kawasan perbatasan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perbedaan pendapat selama persidangan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting, semangat persaudaraan, saling menghormati, dan komitmen untuk memperkuat kerja sama antara Kalbar dan Sarawak tetap terjaga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil persidangan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan harus diwujudkan dalam program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Kita ingin hasil yang telah disepakati segera diwujudkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga berharap hubungan baik yang telah terjalin selama puluhan tahun semakin erat, tidak hanya melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat.

“Kami berharap seluruh delegasi membawa pulang kesan baik tentang Kalbar. Persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun ini harus terus dijaga dan diperkuat melalui berbagai kerja sama,” tutupnya.

Sementara itu, Pengerusi JKK SOSEK MALINDO Negeri Sarawak, Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah Bin H. Zaidel, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas penyelenggaraan sidang yang berlangsung lancar dan penuh semangat persaudaraan.

“Terima kasih kepada Delegasi Kalbar atas kerja sama dan keterbukaan selama persidangan. Semangat persaudaraan inilah yang menjadi kekuatan untuk terus mempererat hubungan Sarawak dan Kalbar,” ujarnya.

Ia menilai berbagai isu strategis berhasil dibahas secara konstruktif dan menghasilkan kesepakatan yang akan menjadi landasan penguatan kerja sama di kawasan perbatasan.

“Keberhasilan sidang ini bukan diukur dari banyaknya kesepakatan yang dibuat, tetapi dari komitmen kita bersama untuk melaksanakan setiap hasil yang telah disepakati,” katanya.

Dato Sri juga menegaskan bahwa hubungan Sarawak dan Kalimantan Barat tidak hanya dibatasi oleh kedekatan geografis, tetapi juga memiliki ikatan sejarah, budaya, dan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama.

“Kita memiliki hubungan yang sangat erat. Karena itu, kerja sama ini harus terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Dato Sri turut mengundang delegasi Indonesia untuk menghadiri Borneo Economic Forum yang akan diselenggarakan pada 7 Oktober 2026 di Kuching, Sarawak, sebagai wadah memperkuat kolaborasi ekonomi serta mempertemukan para pelaku usaha dari kedua wilayah.

Sidang Ke-39 SOSEK MALINDO sendiri menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan menjadi acuan kerja sama hingga pelaksanaan sidang berikutnya. Kesepakatan tersebut meliputi penguatan pembangunan sosial ekonomi kawasan perbatasan, peningkatan fasilitasi perdagangan dan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan pengelolaan pos lintas batas dan pelayanan masyarakat, peningkatan kerja sama keamanan kawasan perbatasan, perlindungan lingkungan hidup, pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan, serta penguatan kolaborasi antar pelaku usaha melalui forum ekonomi bersama.

Seluruh hasil pembahasan telah dituangkan dalam kertas kerja yang ditandatangani kedua ketua delegasi sebagai pedoman pelaksanaan program dan tindak lanjut bersama. Melalui kesepakatan tersebut, Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan sekaligus mempererat hubungan persahabatan kedua wilayah.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *