Wagub Krisantus Bersama TNI AD Kaji Strategi Pembinaan Ormas Berbasis Sosial Budaya

Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi Sahli Tingkat III Kasad Bidang Sosial Budaya dan Narkoba, Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., bersama Tim Program Kerja Penyusunan Dokumen Strategis TNI AD Kodam XII/Tanjungpura di Ruang Rapat Arwana Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (22/4/2026).

Audiensi ini dilakukan dalam rangka penyusunan dokumen strategis bertajuk “Peran TNI AD dalam Pembinaan Organisasi Masyarakat dan Lembaga Sosial Berbasis Sosial Budaya Guna Meningkatkan Ketahanan Wilayah dalam Mendukung Pembangunan Nasional”. Kegiatan ini juga menjadi forum berbagi data, pengalaman, dan kondisi riil di Kalimantan Barat sebagai wilayah perbatasan.

Bacaan Lainnya
iklan

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Krisantus menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim TNI AD dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami mengucapkan selamat datang. Bagi yang baru pertama kali datang, mudah-mudahan merasa nyaman, disini ada istilah, kalau sudah minum air Kapuas, pasti akan kembali lagi ke Kalbar,” ucapnya.

Ia kemudian memaparkan kondisi umum Kalimantan Barat yang memiliki wilayah sangat luas dengan tantangan pembangunan yang kompleks.

“Kalbar ini luasnya sekitar 147 ribu kilometer persegi, atau sekitar 1,11 kali Pulau Jawa. Terdiri dari 12 kabupaten dan 2 kota, dengan jumlah penduduk sekitar 5,6 juta jiwa. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia yang saat ini berada di angka 72,09,” jelasnya.

Disisi lain, peningkatan IPM tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, tetapi membutuhkan sinergi dengan TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terus berkolaborasi dengan Kodam, Polda, dan seluruh unsur terkait, fokus kami bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Karena kalau ekonomi masyarakat membaik, maka akses pendidikan dan kesehatan juga ikut meningkat,” katanya.

Wagub menyebut Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal terhadap pendapatan daerah.

“Kita punya banyak investor dan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi masih ada kebocoran yang harus kita benahi. Ini memerlukan inovasi, kreativitas, dan kerja sama semua pihak agar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ia menekankan pentingnya pengawasan wilayah perbatasan yang rawan terhadap berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan narkoba.

“Kita memiliki garis batas yang panjang dengan negara tetangga. Ini menjadi tantangan besar, karena masih banyak jalur-jalur tikus yang sulit diawasi, bahkan, peredaran narkoba yang masuk ke wilayah kita jumlahnya tidak kecil, hal Ini perlu perhatian yang serius,” ungkapnya.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan drone, untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan.

“Dengan keterbatasan personel, penggunaan teknologi seperti drone sangat penting untuk membantu patroli perbatasan secara lebih efektif,” tambahnya.

Dalam konteks sosial budaya, Wagub menegaskan komitmennya menjaga keharmonisan masyarakat yang beragam di Kalimantan Barat.

“Kalbar ini miniatur Indonesia, terdapat 24 suku dengan berbagai latar belakang budaya dan agama. Tugas kita adalah menjaga agar keberagaman ini menjadi kekuatan, bukan sumber konflik,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) harus berperan positif dan tidak memicu perpecahan.

“Saya tidak mentolerir ormas yang berpotensi menimbulkan konflik, ormas harus memberikan manfaat, menjaga budaya, dan ikut membangun masyarakat. Kalau hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, lebih baik tidak kita legalkan,” tutupnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Jamallulael menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta keterbukaan dalam berbagi informasi.

“Kami diterima dengan sangat baik oleh Bapak Wakil Gubernur, ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena di tengah kesibukan beliau, kami tetap diberikan waktu untuk berdiskusi,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Barat dipilih sebagai lokasi kajian karena dinilai representatif dalam menggambarkan kondisi sosial budaya Indonesia.

“Kalau berbicara tentang sosial budaya dan peran ormas, Kalbar ini sudah seperti miniatur Indonesia, banyak sekali keberagaman suku, budaya, dan dinamika masyarakatnya sangat lengkap, sehingga sangat tepat dijadikan lokasi kajian,” jelasnya.

Dirinya menambahkan kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ormas dapat diberdayakan sebagai kekuatan dalam mendukung ketahanan nasional.

“Kami ingin melihat bagaimana ormas tidak menjadi hambatan, tetapi justru menjadi kekuatan. Di Kalbar, kami melihat itu bisa terwujud, dan ini yang akan kami jadikan bahan kajian untuk tingkat nasional,” tuturnya.

Ditengah keterbatasan jumlah personel TNI menjadi alasan pentingnya melibatkan masyarakat dalam menjaga ketahanan wilayah.

“Jumlah TNI kita terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Oleh karena itu, pembinaan masyarakat melalui ormas menjadi sangat penting sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa hasil kajian ini nantinya akan menjadi bahan masukan bagi pimpinan TNI AD dalam merumuskan kebijakan strategis.

“Kami akan mengolah data dan informasi dari daerah, termasuk dari Kalbar, untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat,” tutupnya.

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun ketahanan wilayah berbasis sosial budaya, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan nasional.(wnd/ica)

iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *