Lebaran 2026 di Kalbar Makin Hangat Dengan Tradisi Saprahan

Ria Norsan gelar Makan Saprahan di Lebaran 2026 Kalbar, tradisi khas Melayu yang jadi simbol kebersamaan dan silaturahmi warga.
Ria Norsan gelar Makan Saprahan di Lebaran 2026 Kalbar, tradisi khas Melayu yang jadi simbol kebersamaan dan silaturahmi warga.

Pontianak, Kalbar — Suasana hangat Lebaran 2026 terasa makin spesial di Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menggelar open house dengan sentuhan budaya khas, yakni tradisi Makan Saprahan di Pendopo Gubernur.

Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tapi jadi momen silaturahmi yang penuh makna antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah arus modernisasi, Makan Saprahan tetap dijaga sebagai bagian dari identitas budaya Melayu Kalbar.

Bacaan Lainnya
iklan

Makan Saprahan ini merupakan tradisi khas Melayu yang jadi agenda utama silaturahmi Lebaran, sekaligus simbol pelestarian kearifan lokal,” kata Ria Norsan di Pontianak, Senin.

Yang menarik, dalam acara ini nggak ada jarak antara pemimpin dan warga. Ria Norsan bersama keluarga tampak santai duduk bersila bareng masyarakat, pejabat, tokoh agama, hingga tokoh adat.

Semua makan dalam satu kelompok kecil, biasanya enam orang, dengan satu hidangan yang dinikmati bersama. Suasana terasa akrab dan setara.

Di Saprahan ini nggak ada sekat. Semua duduk sama rata, menikmati berkah yang sama,” ujarnya.

Bukan Cuma Tradisi, Tapi Nilai Hidup

Lebih dari sekadar budaya, Saprahan juga punya makna mendalam. Ada nilai kebersamaan, gotong royong, sampai adab yang diajarkan dalam setiap prosesnya.

Menurut Ria Norsan, kalau nilai-nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan nggak mungkin Kalbar bisa jadi daerah yang makin harmonis.

Kalau semangat ini kita bawa terus, Kalimantan Barat bisa makin maju dan rukun,” tambahnya.

Menu Khas Bikin Suasana Makin Hangat

Nggak lengkap rasanya tanpa sajian khas. Dalam Saprahan kali ini, tamu disuguhkan berbagai hidangan lezat seperti:

  • Pacri nanas khas Kalbar
  • Ketupat patlau
  • Rendang daging
  • Opor ayam
  • Sayur dalca

Semuanya disantap bersama, makin mempererat suasana kekeluargaan.

Open House Terbuka Untuk Semua

Menariknya lagi, open house ini digelar selama dua hari dan terbuka untuk umum tanpa undangan khusus. Jadi, siapa saja bisa datang untuk bersilaturahmi langsung dengan gubernur.

Warga pun memanfaatkan momen ini untuk berjabat tangan, ngobrol santai, hingga foto bareng dalam suasana Lebaran yang hangat dan penuh kebersamaan.

FAQ (Gaya Santai & Informatif)

1. Makan Saprahan itu apa sih?
Tradisi makan bareng khas Melayu Kalbar, duduk di lantai dan makan satu hidangan rame-rame.

2. Kenapa tradisi ini penting?
>Karena ngajarin kebersamaan, kesetaraan, dan nilai sopan santun.

3. Siapa aja yang ikut?
Semua kalangan, dari pejabat sampai masyarakat biasa.

4. Digelar di mana?
>Biasanya di acara resmi, salah satunya open house Lebaran di Pendopo Gubernur.

5. Tujuannya apa?
Biar budaya lokal tetap hidup dan hubungan antarwarga makin erat.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *