Lebaran Tanpa Kemewahan, Wali Kota Banjarbaru Prioritaskan Difabel

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, menegaskan komitmen pada kebijakan inklusif dan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, menegaskan komitmen pada kebijakan inklusif dan kesejahteraan masyarakat.

BANJARBARU — Suasana hangat dan penuh makna terasa di rumah dinas Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, saat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski digelar secara sederhana, momen silaturahmi ini justru menghadirkan kesan yang lebih dekat dan humanis.

Wali Kota Erna Lisa Halaby menyambut langsung rombongan tamu dari kalangan penyandang disabilitas yang datang berkunjung. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena merasa seharusnya dirinya yang lebih dulu datang mengunjungi mereka.

Bacaan Lainnya
iklan

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena seharusnya saya yang datang ke tempat bapak dan ibu,” ujarnya, Minggu.

Ikuti Arahan Presiden, Lebaran Tanpa Kemewahan

Perayaan Lebaran tahun ini memang sengaja dibuat sederhana. Tidak terlihat tenda besar maupun jamuan mewah seperti biasanya. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kepala daerah tidak merayakan Idul Fitri secara berlebihan.

Meski tanpa agenda gelar griya resmi, suasana silaturahmi tetap berjalan hangat. Rombongan dari Yayasan Tuna Netra Nusantara yang dipimpin Sigit disambut langsung di ruang tamu rumah dinas.

Komitmen Nyata Untuk Penyandang Disabilitas

Di hadapan para tamu, Erna Lisa Halaby menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas di Banjarbaru.

Ia mengungkapkan bahwa kepeduliannya terhadap kelompok difabel sudah dimulai sejak menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Sekretariat Daerah Kota.

“Saat itu kewenangannya masih terbatas. Sekarang sebagai kepala daerah tentu bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Sebagai pemimpin daerah, ia berjanji akan terus mendorong kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal.

“Kami ingin kebijakan hadir untuk semua, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.

Undangan Pengajian, Simbol Kedekatan Sosial

Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan juga mengundang wali kota untuk hadir dalam kegiatan pengajian rutin bulanan. Undangan ini disambut positif oleh Erna Lisa Halaby.

“Insyaallah saya akan datang, bukan sebagai wali kota, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.

Penutup Hangat Penuh Makna

Pertemuan ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Wali Kota Erna Lisa Halaby bahkan mengantar langsung rombongan hingga ke depan rumah dinas.

Ia menyalami satu per satu para tamu penyandang disabilitas sebelum mereka pulang, menciptakan momen sederhana namun sarat makna kemanusiaan dan kebersamaan.

FAQ (People Also Ask Style SEO)

1. Siapa Erna Lisa Halaby?
Erna Lisa Halaby adalah Wali Kota Banjarbaru yang dikenal aktif mendorong kebijakan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

2. Mengapa Lebaran digelar sederhana di Banjarbaru?
Karena mengikuti arahan Presiden agar perayaan Idul Fitri tidak dilakukan secara berlebihan oleh pejabat daerah.

3. Apa komitmen pemerintah terhadap difabel di Banjarbaru?
Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan inklusif dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

4. Apa itu Yayasan Tuna Netra Nusantara?
Yayasan yang bergerak dalam pemberdayaan dan pendampingan penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.

5. Apa makna silaturahmi Lebaran ini?
Sebagai bentuk kedekatan sosial, kepedulian, dan komitmen pemerintah terhadap seluruh lapisan masyarakat.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *