Berkah Berkemajuan? Warga Sindir Pemerintah Lewat Aksi Tanam Pohon di Jalan yang Rusak Parah
Majalahmataborneonews.com, Sambas–
Aksi protes masyarakat Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, menarik perhatian publik. Warga menanami jalan poros desa yang rusak parah dengan pohon pisang dan kelapa sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya pemerintah daerah menangani perbaikan infrastruktur.
Di batang pohon yang ditancapkan di badan jalan, warga menempelkan tulisan bernada sindiran, di antaranya: “Maaf berkebun di jalan Seranggam Selakau Timur”, “Efisiensi anggaran berkebun di jalan Seranggam”, dan “Jalan Poros Kabupaten, Seranggam Selakau Timur Tidak Bertuan”.
Kondisi jalan yang penuh lubang dan tergenang saat hujan membuat aktivitas masyarakat terganggu. Jalan ini merupakan akses vital untuk mobilitas harian, termasuk distribusi hasil pertanian, menuju sekolah, hingga ke fasilitas kesehatan.
Salah seorang warga setempat Rino, menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah daerah.
“Selama ini kami hanya dijanjikan perbaikan, tapi kenyataannya jalan dibiarkan rusak bertahun-tahun. Kami merasa seolah-olah desa ini tidak dianggap bagian dari Sambas. Kalau pemerintah betul-betul serius dengan visi Berkah Berkemajuan, seharusnya jalan poros desa menjadi prioritas utama,” ujarnya. Sabtu (4/10/2025).
Rino menilai kondisi ini membahayakan pengguna jalan.
“Banyak pengendara motor jatuh karena jalan berlubang. Kami sudah capek menunggu janji, makanya kami lakukan aksi ini. Mudah-mudahan pemerintah sadar dan segera turun tangan,” ungkapnya.
Melalui aksi simbolik ini, masyarakat ingin menunjukkan bahwa kesabaran mereka ada batasnya. Warga menegaskan, protes dengan menanam pohon bukanlah sekadar sindiran, melainkan seruan agar pemerintah segera memberikan solusi nyata. Jalan poros Seranggam adalah urat nadi kegiatan sosial-ekonomi, dan tanpa perbaikan yang segera, beban hidup masyarakat akan semakin berat. (Nop)
