Kesiapsiagaan Dipertanyakan, Warga Temukan IGD Kosong Saat Darurat di Puskesmas Matang Suri

Majalahmataborneonews.com, Sambas–

Sebuah video amatir yang diunggah oleh akun Facebook bernama Harun pada Minggu sore memicu perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Matang Terap, Kecamatan Jawai Selatan, yang tampak tanpa satu pun petugas medis. Tidak terlihat pula ambulans yang siap digunakan, Minggu (23/11/2025).

Bacaan Lainnya
iklan

Korban dalam peristiwa ini adalah anggota tim official Tekad Dungun Laut FC, Eri Agus alias Suke. Insiden terjadi saat pertandingan memasuki babak adu penalti. Di tengah ketegangan laga, korban tiba-tiba terjatuh di lapangan. Rekan satu tim bersama warga yang hadir segera memberikan pertolongan awal dan membawa korban ke puskesmas terdekat.

Namun setibanya di IGD, warga mendapati ruang pelayanan kosong tanpa petugas yang siaga. Selama hampir setengah jam, korban tidak mendapatkan penanganan medis. Ketiadaan ambulans turut memperburuk keadaan, memicu kepanikan di tengah harapan masyarakat akan layanan darurat yang seharusnya cepat.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan tindakan medis. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Matang Terap maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas belum memberikan keterangan resmi.

Peristiwa ini memunculkan desakan publik agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem piket dan kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan. Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berarti.

“Kami mendesak Pemda Sambas, dalam hal ini Dinkes, agar melakukan evaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas piket yang tidak berada di tempat. Kami tidak ingin peristiwa seperti ini terulang di masa mendatang,” ungkap seorang warga, Iskandar.

Menanggapi viralnya kejadian itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan akan melakukan penelusuran, meminta klarifikasi dari pihak puskesmas, serta memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan.

“Kami akan melakukan penelusuran, meminta klarifikasi dari pihak puskesmas, serta memastikan pelayanan IGD harus selalu siap melayani masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.

Dinas Kesehatan menekankan bahwa pelayanan di IGD merupakan layanan kritis yang harus berjalan 24 jam, dan jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka langkah pembinaan hingga tindakan tegas akan diterapkan sesuai ketentuan.

Masyarakat berharap insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar pelayanan kesehatan di daerah tetap optimal, serta dapat memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkan pertolongan darurat kapan pun. (Nop)

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *