Bocah 6 Tahun Tenggelam Di Pantai Gratis Singkawang, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

SINGKAWANG – Suasana santai di Pantai Gratis, Singkawang Selatan, mendadak berubah jadi kepanikan pada Selasa (24/3) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan tenggelam saat sedang bermain air bersama keluarganya.

Korban diketahui bernama Muhammad Azka, warga Setapuk Besar, Singkawang Utara.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, awalnya keluarga tidak menyadari korban sudah menjauh dari pengawasan saat bermain di area pantai.

“Diduga anak tersebut terlepas dari pantauan orang tua saat mandi di laut. Setelah itu, keluarga langsung melakukan pencarian dibantu petugas di sekitar lokasi,” jelasnya.

Awalnya Main Biasa, Berujung Kepanikan

Kejadian ini bermula ketika korban tengah menikmati waktu bermain air bersama orang tua dan saudaranya di sekitar perbatasan Pantai Gratis dan kawasan PLTU.

Namun di tengah aktivitas itu, korban tiba-tiba tidak terlihat. Momen itulah yang membuat suasana berubah tegang, dan pencarian langsung dilakukan.

Warga sekitar dan petugas yang berada di lokasi turut membantu menyisir area pantai hingga ke aliran sungai terdekat.

Ditemukan Di Sungai Dalam Kondisi Kritis

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Air Merah. Sayangnya, saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri.

Petugas tanpa menunggu lama langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni UPT Puskesmas Singkawang Selatan 1.

Namun, hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa korban tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini jadi pengingat penting, terutama buat para orang tua yang membawa anak-anak ke tempat wisata, khususnya pantai.

Iptu Dian menekankan pentingnya pengawasan ekstra, apalagi di area yang punya risiko tinggi seperti laut dan aliran sungai.

“Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan. Jangan sampai lengah, karena situasi di pantai bisa berubah cepat,” pesannya.

Selain itu, kejadian ini juga jadi perhatian bersama bagi pengelola wisata dan pihak terkait. Apalagi saat musim liburan, jumlah pengunjung biasanya meningkat drastis.

Pengawasan, rambu peringatan, hingga kesiapan petugas di lapangan jadi hal penting yang perlu terus diperkuat demi keamanan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *