Membangun Sinergi, Gubernur Ria Norsan Hadiri Pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat (IKKB) DI Jaakarta

Majalahmataborneonews.com, Jakarta – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Dr. Hj. Erlina, SH., MH., menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Silaturahmi Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat (IKKB) tahun 2026 yang digelar di Hotel Tavia Heritage Jakarta pusat, pada Minggu (3/5/2026).

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan warga perantauan asal Kalimantan Barat yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kepengurusan yang telah berdiri sejak tahun 1955 itu secara resmi dikukuhkan oleh Ketua pembina organisasi yang juga sebagai tokoh nasional, Oesman Sapta Odang, dengan ditandai penyerahan bendera pataka kepada ketua terpilih Dean Aslanasa periode 2026-2030.

Bacaan Lainnya
iklan

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan, menyampaikan pesan khusus kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Beliau secara simbolis “menitipkan” warga Kalimantan Barat yang sedang mengadu nasib maupun menetap di Jakarta agar terus mendapatkan pembinaan dan perlindungan.

​Sebagai bentuk komitmen timbal balik, Norsan juga berjanji bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menjaga dan memberikan rasa aman bagi warga Jakarta yang berada atau berkunjung ke Kalimantan Barat.

“Saya berharap hubungan bilateral antara kedua provinsi dapat terjalin semakin harmonis dan produktif melalui Ikatan Keluarga Kalimantan Barat yang barus aja kita kukuhkan pada saat ini,” kata Ria Norsan.

​Di hadapan para tokoh masyarakat dan pengurus IKKB yang baru dilantik, Gubernur memaparkan sejumlah capaian signifikan Provinsi Kalimantan Barat bahwa ​pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39%, yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian, ​terkait Ideks Pembangunan Manusia (IPM) terjadi peningkatan IPM dari angka 71,19 menjadi 72,09. Kenaikan ini menunjukkan keberhasilan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

​Norsan menekankan pentingnya persatuan di dalam tubuh IKKB. Ia memuji organisasi ini sebagai wadah yang inklusif, tidak membeda-bedakan suku, agama, maupun status sosial.

Dalam hal ini, ia berpesan agar para perantau yang telah sukses di Jakarta tidak melupakan kampung halaman dan bersatu padu membangun Kalimantan Barat.

​Selain itu, Gubernur juga melirik potensi kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan DKI Jakarta, terutama dalam sektor komoditas unggulan.

​”Kami memiliki pasokan CPO (Crude Palm Oil) yang melimpah dan tambang bauksit yang menghasilkan alumina. Kami siap mendukung kebutuhan DKI Jakarta jika diperlukan,” ujarnya.

Menutup sambutan, Gubernur meminta kepada para perantau, diingatkan agar tetap menjaga persatuan dan tidak melupakan kampung halaman.

“Saya tegaskan kembali bahwa IKKB sebagai wadah inklusif yang tidak membedakan suku, agama, maupun status sosial demi bersama-sama membangun Kalimantan Barat yang lebih maju,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Pembina IKKB, Oesman Sapta Odang, Dalam pidatonya, OSO menyoroti tantangan ekonomi global yang sedang bergejolak. Ia mengingatkan bahwa kemakmuran nasional hanya dapat tercapai jika daerah-daerah di Indonesia terlebih dahulu sejahtera.

​”Negara akan makmur bila daerah itu dulu makmur. Kita berkewajiban untuk memakmurkan daerah kita yang pertama,” tegas OSO di hadapan ratusan warga Kalimantan Barat yang berdomisili di Jakarta.

​Ia juga mengajak para pejabat publik, mulai dari tingkat Menteri, Gubernur, hingga tingkat Camat, untuk senantiasa menempatkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daerah sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas negara.

​Secara khusus, OSO memberikan apresiasi kepada Dean Arslan, Ketua Umum IKKB yang baru dilantik. OSO memuji rekam jejak Dean Arslan sebagai sosok muda berpendidikan tinggi dengan pengalaman luas baik di dalam maupun luar negeri.

​”Saya menjamin dia akan melaksanakan tugas-tugas Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat di Jakarta yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 800.000 jiwa di kota ini,” tambahnya.

​Menutup sambutannya, OSO melontarkan harapan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus bersinergi dengan komunitas perantau Kalimantan Barat. Ia bahkan mengusulkan adanya kolaborasi untuk pembangunan fasilitas bagi warga perantauan, seperti yang telah dilakukan oleh provinsi-provinsi lain di ibu kota.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ​ turut hadir pada acara tersebut menyampaikan kekagumannya atas kerukunan warga Kalimantan Barat yang menjadi representasi keberagaman di Jakarta. Ia mencontohkan kesuksesan Jakarta dalam menyelenggarakan berbagai acara besar lintas agama, seperti Christmas Carol di Sudirman-Thamrin, perayaan Imlek yang masif, hingga pawai Ogoh-ogoh saat Nyepi di Bundaran HI yang menarik perhatian dunia internasional.

​”Keberagaman warga Kalimantan Barat telah memberikan contoh nyata. Perayaan Imlek di Jakarta kemarin bahkan tidak kalah semaraknya dengan yang ada di Singkawang,” ujar Pramono.

​Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menegaskan prinsip kepemimpinannya yang fokus pada keberlanjutan. Ia mengkritik fenomena “ego pemimpin” yang seringkali menghentikan proyek pendahulunya. Sebaliknya, Pramono berkomitmen menuntaskan proyek-proyek strategis dari gubernur-gubernur sebelumnya yakni ​Monorel Rasuna Said yang merupakan Warisan era Sutiyoso yang kini telah dirapikan dan direncanakan untuk diresmikan bersama Presiden pada 22 Juni mendatang.

​Kemudian terkait pembangunan RS Sumber Waras peninggalan Ahok yang sempat terkendala masalah lahan, kini siap dibangun menjadi rumah sakit bertaraf internasional.

Selanjutnya ​Aksesibilitas JIS yang menyempurnakan warisan Anies Baswedan dengan membangun jembatan penghubung ke Ancol serta stasiun KRL yang ditargetkan rampung bulan ini untuk memudahkan mobilitas warga.

​Selain pembangunan infrastruktur, Pramono juga merespons aspirasi tokoh masyarakat Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO), terkait penyediaan lahan untuk gedung IKKB di Jakarta. Jakarta menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mendukung kemajuan organisasi warga daerah di ibu kota.

Ditempat yang sama, Ketua IKKB terpilih Dean Aslan, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) yang berdomisili di Jakarta maupun di daerah asal.

Dean juga mengungkapkan, ​IKKB merupakan organisasi yang memiliki akar sejarah panjang, berdiri sejak tahun 1955, tepat sepuluh tahun setelah Indonesia merdeka. Transformasi signifikan dilakukan pada tahun 2012 melalui penyusunan akta pendirian serta AD/ART untuk memperkuat legalitas organisasi.

“​Salah satu tonggak sejarah yang diingat adalah penyelenggaraan acara Halal bi Halal pertama pada tahun 1976 yang disponsori oleh Oesman Sapta Odang (OSO), yang saat itu baru berusia 26 tahun. Sosok OSO dinilai identik dengan perjalanan dan perkembangan IKKB hingga saat ini,” ungkapnya.

​Ia menyampaikan apresiasi atas kemajuan infrastruktur yang dirasakan warga perantau asal Kalbar di Jakarta, khususnya layanan TransJakarta rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat dengan biaya terjangkau.

​Di sisi lain, kemajuan pembangunan di Kalimantan Barat juga mendapat sorotan positif, terutama perbaikan akses jalan di wilayah utara dan tengah (arah Sanggau dan Sambas), serta rencana pembukaan tujuh pintu gerbang (Pos Lintas Batas) menuju Sarawak, Malaysia.

“​Ke depan, IKKB merencanakan beberapa program strategis guna memperkenalkan potensi “diaspora” Kalbar, di antaranya ​sinergi antar organisasi guna berkolaborasi dengan organisasi lain seperti Persatuan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia (PTKBI) yang dipimpin oleh Yohanes, terutama dalam memberikan bantuan hukum bagi warga perantau baru, kemudian ​pengembangan pariwisata dalam menginisiasi kegiatan olahraga dan promosi destinasi wisata di Kalimantan Barat, serta ​pengawasan lingkungan (ESG) dalam berkomitmen memantau isu lingkungan dan pencegahan bencana alam dengan mendorong perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” pungkasnya.

​Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh besar, di antaranya Menteri UMKM Kabinet Merah Putih, Maman Abdurahman, ​Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, ​Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta asal Kalbar, Prof. Dr. Darmadi serta berbagai lapisan masyarakat perantauan asal Kalbar yang menetap tinggal di Jakarta.

iklan iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *