Majalahmataborneonews.com, Pontianak – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Hj. Erlina, S.H.,M.H. menegaskan komitmennya dalam mendorong pangan lokal Kalimantan Barat agar mampu menembus pasar global melalui penguatan kolaborasi dan inovasi, saat menghadiri pembukaan Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6.
Momentum festival tahun ini semakin istimewa dengan keberhasilan penyajian 12.000 porsi lontong khas Sukadana yang sukses memecahkan rekor dunia. Erlina menilai capaian tersebut bukan hanya kebanggaan semata, tetapi juga menjadi pintu masuk strategis dalam memperkenalkan kekayaan kuliner daerah ke tingkat internasional.
“Keberhasilan ini harus kita maknai lebih dari sekadar rekor. Ini adalah momentum untuk memperkenalkan pangan lokal Kalimantan Barat agar semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara,” ujar Erlina.
Ia menekankan bahwa TP PKK memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal, dimulai dari lingkup keluarga hingga berkembang menjadi usaha produktif yang bernilai ekonomi.
“Melalui TP PKK, kita terus mendorong keluarga, khususnya para ibu, untuk lebih kreatif dalam mengolah pangan lokal. Dari dapur rumah tangga, kita bisa melahirkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi,” jelasnya.
Erlina juga berharap ke depan kolaborasi antara TP PKK dengan penyelenggara Kalbar Food Festival dapat semakin diperkuat, sehingga dampak kegiatan ini semakin luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap kedepan bisa berkolaborasi lebih jauh lagi dengan penyelenggara. Kegiatan seperti ini sangat strategis untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan kuliner berbasis bahan lokal,” tambahnya.
Kehadiran Juara 1 MasterChef Indonesia Season 13, Stephanie Meyerson, dalam festival ini turut menjadi perhatian Erlina. Ia menilai kehadiran figur inspiratif tersebut dapat memacu kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang lebih modern dan menarik.
“Kehadiran Chef Stephanie menjadi inspirasi bagi kita semua. Kita ingin masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mampu mengembangkan pangan lokal menjadi produk yang tidak hanya enak, tetapi juga menarik, higienis, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wanita yang juga menahkodai Dekranasda Provinsi Kalbar ini menegaskan bahwa promosi pangan lokal harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kedepannya, kita ingin pangan-pangan lokal khas Kalimantan Barat bisa semakin dikenal dan mendunia. Ini bukan hanya tentang kuliner, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Pembukaan Food Festival Ke 7 tahun 2026 yang dibuka oleh Gubernur Kalbar H. Ria Norsan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pangan lokal Kalimantan Barat naik kelas dan semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Acara ini turut pula dihadiri Anggota Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Donata Dirasig, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono, pimpinan instansi vertikal, manajemen Ayani Megamall Pontianak, panitia penyelenggara, pelaku usaha kuliner, budayawan, tokoh agama, tokoh adat, insan media, serta masyarakat yang antusias memadati lokasi acara tersebut.







