Bengkayang, Kalbar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat target swasembada pangan pada 2026. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan yakni pengembangan jagung hibrida di sejumlah daerah potensial, termasuk Kabupaten Bengkayang.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai gerakan tanam jagung hibrida menjadi strategi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.
Menurut Krisantus Kurniawan, pengembangan sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dukungan pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, hingga unsur TNI dan Polri dinilai penting untuk mempercepat peningkatan produktivitas lahan pertanian.
“Gerakan tanam jagung ini menunjukkan keseriusan bersama dalam memperkuat swasembada pangan nasional, termasuk di Kalimantan Barat,” kata Krisantus Kurniawan saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang, Kamis.
Kabupaten Bengkayang disebut memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Daerah tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan produksi pangan apabila pengelolaan lahan dilakukan secara optimal.
Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat luas panen jagung sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34.503 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung menembus 179.246 ton pipilan kering.
Capaian itu disebut tidak lepas dari kontribusi sejumlah daerah penghasil jagung, termasuk Bengkayang yang selama ini dinilai aktif mengembangkan komoditas pertanian strategis.
Krisantus Kurniawan berharap Bengkayang terus memperkuat posisinya sebagai wilayah unggulan pengembangan jagung di Kalimantan Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong optimalisasi lahan yang belum produktif agar dapat dimanfaatkan menjadi kawasan pertanian pangan.
Krisantus Kurniawan menegaskan pemanfaatan lahan tidur penting dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.
Selain meningkatkan produksi pertanian, program tersebut juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.
“Optimalisasi lahan bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Krisantus Kurniawan.
Program penguatan sektor pangan di Kalimantan Barat disebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program Astacita.
Fokus utama program tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau sebagai upaya mendorong kemandirian nasional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai apabila seluruh pihak terus menjaga kolaborasi dan inovasi di sektor pertanian.






