Warga & Pengunjung Pasar Rakyat Ngabang Minta Tempat Pembuangan Sampah Dipindahkan

Majalahmataborneonews, Ngabang – Tak elok dipandang, tak enak di cium. Itulah keluhan yang dirasakan dan diutarakan oleh   Amuk Haryono, MM, M.Si  salah seorang politisi Hanura yang kerap berkunjung ke Pasar Rakyat Ngabang.

“ Saya ke pasar rakyat hampir tiap pagi dan disuguhkan pemandangan sangat tak sedap dan berbau tak sedap” ujar  Amuk menunjuk tempat pembuangan sampah di pasar rakyat yang letaknya memang tepat di salah satu jalan masuk ke los pasar sayur, Rabu (11/09/2019).

“Pasar rakyat itu sebetulnya cermin sebuah kota, berandanya kota, dipasar inilah aktivitas suatu kota bermula, bahkan bisa 24 jam dari pagi ke pagi, dengan berbagai macam ragam manusia, tidak hanya  warga Ngabang saja yang berkunjung tetapi  juga banyak juga yang dari luar kota. Seperti para pedagang penjual sayur, ikan laut, ikan asin, barang kelontong mereka semua warga luar kota dari berbagai kabupaten di kal-bar ini. Jika pasarnya rapi tertata dengan baik, tentunya mereka akan membicarakan ke daerah asalnya tentang kondisi pasar rakyat yang mantap dan tertata. Demikian pula sebaliknya. Nah kalau tempat sampah ada di depan mata hidung seperti ini alias di depan jalan utama di pasar, tak hanya mengganggu kita para pengunjung saja tapi juga membuktikan bahwa tata kota tak terkelola dengan baik” ujar Amuk dengan nada jengkel.

Hal senada juga disampaikan oleh Jimmy, pengujung  setia pasar rakyat Ngabang  yang menurutnya sangat terganggu dengan pemandangan sampah yang berserakan di pinggir jalan pada pagi hari. Serta menyebarkan aroma tak sedap menyengat, ketika Truck angkutan sampah mulai  beroperasi pagi hari juga pada saat jam sibuk, sehingga tak jarang menimbulkan kemacetan.

“Pasar rakyat itu sebetulnya bisa jadi salah satu destinasty wisata lho bro, di pasar rakyat suatu kota menunjukkan identitas kota tersebut. Bro bisa lihat yang dijual emak-emak disepanjang pasar ini kebanyakan produk lokal, mulai dari sayur mayur, buah-buahan lokal, Kuliner lokal seperti aneka kue jajanan kampung, makanan khas kampung. Kalau itu ditata dan dikelola dengan baik oleh Pemda, tentunya akan menjadi daya tarik wisata tersendiri” jelasnya seraya menyebutkan beberapa tempat pasar rakyat di beberapa  kota  yang enak untuk didatangi karena memiliki kekhasan tersendiri menurut pengalamannya.

Tak hanya pengunjung yang mengeluh dan mempersoalkan  tempat pembuangan sampah itru, para penjual juga mengeluhkan hal yang serupa. Sebagaimana yang dikatakan Eko, salah seorang penjual dan pemilik  lapak yang merasa  tempat sampah tersebut mengganggu dan mohon instansi terkait untuk segera merelokasi atau memindahkan ke tempat  lain saja.

“Kita berharap pemerintah dalam hal ini dinas yang menangani sampah ini untuk sesegera mungkin memindahkan tempat sampah tersebut, karena tempatnya pas di depan pasar sehingga mengurangi minat pengunjung untuk masuk lewat jalur yang berdekatan dengan tempat sampah tersebut” jelas Eko (Kiki)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *