Tanggapan Dosen STKIP Pamane Talino yang Tidak Bisa Mudik Lebaran Tahun Ini

Majalahmataborneonews.com, Landak- Pandemi Covid-19 yang masih melanda tentunya menyebabkan banyak kegiatan yang sudah direncanakan menjadi terhambat. Salah satunya adalah rencana mudik lebaran yang sudah direncanakan terutama oleh masyarakat yang merantau.

Dosen STKIP Pamane Talino pun tidak lepas dari masalah ini, dimana beberapa dosen yang berasal dari Jawa terpaksa tidak bisa kembali kekampung halaman untuk merayakan Lebaran Bersama keluarga besarnya. Hal ini dikarenakan aturan dari pemerintah yang mengeluarkan larangan Mudik.

Tuminah, S.S., M.Pd dan Masfa Maiza, M.Pd adalah beberapa dosen STKIP Pamane Talino yang tidak dapat mudik lebaran tahun ini, namun keduanya dapat menerima aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.

“Saya dan keluarga bisa menerima, meskipun juga ada rasa kecewa, karena sudah beli tiket lalu ada pembatalan dari maskapainya yang seharusnya besok kami sudah terbang ke Jawa otomatis jadi batal tapi kami tidak masalah karena ini kan demi kebaikan kita semua” ungkap Tuminah, saat dihubungi oleh Majalahmatabonenews, Kamis (21/5/2020)

Beliau juga mengungkapkan bahwa keluarganya yang berada di Jawa dapat menerima keputusan ini dan tetap menjalin komunikasi yang lancar melalui media social seperti grup WA dan juga video call, beliau juga mengungkapkan bahwa tetap bersyukur karena dapat merayakan lebaran di Landak walau hanya bersama dengan keluarga kecilnya dan berharap agar pandemic ini segera berlalu “Semoga pandemi segera berlalu, dan kita semua bisa melakukan aktivitas seperti biasa” tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Masfa Maiza, M.Pd, beliau mengatakan bahwa keputusan pemerintah ini merupakan larangan yang bijak karena ini untuk kepentingan semua golongan, juga turut mendukung tenaga kesehatan yang sudah berjuang dan akan sangat tidak patutu kita melanggar peraturan ini demi kepentingan pribadi

“awalnya sedih tapi ketika kita kembali lagi lihat bahwa ternyata larangn tersebut merupakan larangan yang bijak sekali karena kita tidak hanya mementingkan kepentingan satu golongan saja. Artinya diluar sana para tenaga kesehatan sedang berjuang lalu kenapa kita harus mematahkan perjuangan para tenaga kesehatan sehingga ya akhirnya tanggapan yang awalnya sedih, kita terima dengan ikhlas” katanya saat ditemui di kampus, Rabu (20/5/2020)

Keluarga juga menanggapi hal ini dengan ikhlas. “tanggapan keluarga tidak apa-apa yang penting intinya selamat semua, kami tetap komunikasi lewat grup keluarga. Keluarga besar juga sudah berencana untuk melaksanakan video conference, kebetulan suami saya di Lampung dan orang tua serta keluarga besar saya di Magelang. Untuk yang di Magelang juga tetap harus social dan physical distancing mengikuti aturan yang diberlakuka. Jadi jalan tengahnya itu kita lewat Vicon” ungkapnya.

Beliau berharap agar kita semua dapat mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah karena bagaimanapun juga pemerintah mengharapkan yang terbaik dan sudah seharusnya kita dukung semua elemen dari tenaga kesehatan sampai dengan masyarakat. “Kita kerja sama saling bahu-membahu mentaati peraturan agar virus ini segera berlalu, kalau sudah berlalu terserah kayak gimana. ibaratnya kita berakit rakit kehulu” tutupnya.

Penulis: Dinda

Editor: Dinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *