Perusahaan Cash And Credit Ternama Di Tanah Air Kemplangkan Pajak Negara,Akan Di Proses!!!

Majalahmataborneonews.com,Jakarta,- LBH Pajak dan Cukai mencurigai perusahaan cash and credit ternama di Tanah Air melakukan pengindaran pajak. Total pajak yang tidak dibayarkan perusahaan tersebut selama 11 tahun terakhir lebih dari Rp 3 triliun.

“Hasil analisa kami, perusahaan mengemplang pajak selama 11 tahun senilai Rp 3.542.238.720.000. Itu hitungan kami dari 64 cabang, belum termasuk 128 cabang lainnya,” kata investigator utama LBH Pajak dan Cukai, Adam Baskoro kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Pihaknya memiliki dokumen berupa kertas kerja dan laporan keuangan perusahaan. Dalam dokumen tersebut perusahaan tidak pernah memberikan bukti potong pajak penghasilan karyawan, tak terkecuali level pimpinan, selama mereka bekerja. Adapun dalam laporan keuangan, perusahaan tidak benar dalam membukukan pencatatan perpajakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan.

“Pengemplangan pajak berasal dari tidak dibayarkannya pajak Ppn, deviden karyawan dan Pph badan terutang (Pph 21),” katanya.

Dalam hitungan LBH, sebagai contoh, negara seharusnya menerima Rp 55.347.480.000 dari PPn, deviden karyawan dan Pph penghasilan dari satu cabang perusahaan tersebut dengan periode bekerja level pimpinan 12 tahun.

Sedangkan, perusahaan tersebut berdiri dan beroperasi sejak Juli 2001 dengan jumlah karyawan saat ini 18 ribu lebih yang tersebar di 100 unit bisnis/cabang. Adapun cabang besar perusahaan yakni Palembang, Lampung, Jambi, Bangka Belitung, Rawamangun (Jakarta), Cirebon, Solo, Samarinda, Tarakan, Makassar, Gorontalo, Kendari dan Tasikmalaya.

“Kami akan melaporkan sekaligus mendesak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) segera memproses dengan teliti penggelapan pajak ini. Capaian pajak DJP tiap tahun turun akibat perilaku buruk wajib pajak,” kata Adam Baskoro. (Katta/Ki)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *