Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia, Wakil Sanggau Pertahankan Adat Istiadat Era Teknologi

Majalahmataborneonews.com,Sanggau,- Dilaksanakannya kegiatan Memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia yang dilaksanakan di Desa Kuala Dua, Kec. Kembayan, Kab. Sanggau, Jum’at 9 Agustus 2019. Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Drs. Hermanus, M.Si., Anggota DPR-RI Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, Ketua DAD Kec. Kembayan Yosep Andi SP, Kepala BPN Kab. Sanggau Yuliana, SH, M.eng., Danramil 04/Kembayan, Kapten Inf Warsidi, Kepala OPD, Para Tokoh adat, Tokoh Agama, Dan seluruh masyarakat Desa Kuala Dua.

Hari Masyarakat Adat yang sudah kelima kalinya diselenggarakan ini bertema “Percepatan Reforma Agraria, Penyelesaian Konflik Agraria dan Lingkungan Hidup dalam Upaya Penghormatan, Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kalimantan Barat”. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin di setiap tahunnya yang di tetapkan pada tanggal 9 Agustus.

Dalam sambutannya Wabup Sanggau berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa kegiatan seperti ini sangat baik, mengingat saat ini begitu pesatnya perkembangan teknologi yang mana kebudayaan local semakin dilupakan. Tentunya dengan adanya Hari Masyarakat Adat Sedunia ini untuk kembali mengingat kita semua bahwa Adat Istiadat harus tetap di pertahankan.

“Kita wajib bersyukur bahwa pada hari ini masih ada yang peduli tentang adat istiadat ini. Saya harap ini tetap kita pertahankan, seperti yang kita ketahui saat ini kemajuan teknologi berkembang begitu pesat, maka dari itu bagaimana caranya kita bisa mempertahankan adat kita sehingga tidak tenggelam oleh teknologi. Adat kita ini sangat akrab dengan alam dan kearifan lokan, nah tentu kita semua tidak ingin itu semua semakin harinya semakin tenggelam, tetapi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini kita dapat mempertahankannya. Berkaitan dengan tema hari ini, yaitu berkaitan dengan alam dan lahan. Kita tahu bahwa sekarang sudah mulai musim kemarau, yang bermata pencaharian sebagai petani dan berladang sudah mulai terlihat asap-asap dampak dari pembakaran lahan. Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian besar masyarakat di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sanggau bermata pencaharian sebagai petani atau berladang. Tetapi tentunya perluasan lahan dengan cara membakar lahan ada tata tertibnya, salah satunya jangan membakar lahan di jam-jam dimana angina kencang yang berdampak api dapat menyebar, sehingga terjadilah kebakaran hutan yang tentunya tidak kita inginkan. Nah maka dari itu harus kita awasi, tentukan titik mana yang akan dibakar, jangan sampai melewati batas yang akan dibakar.” Ujarnya.

Hal tersebut dipertegas oleh Staf Ahli Gubernur Prov Kalbar yang mengatakan bahwa kita harus bisa menjaga alam kita ini, sehingga anak cucu kita nanti di masa yang akan datang dapat hidup sehat dan sejahtera.

“Ini merupakan tugas kita bersama bagaimana kita menjaga alam, bahwa belakangan ini banyak sekali kita lihat bencana alam yang sering terjadi, yang artinya alam begitu marah kepada kita, Tuhan marah kepada kita, karena kita tidak bisa menjaga lingkungan alam. Untuk saat ini berkaitan dengan Karhutla, yang saya rasakan di Kab. Sanggau kita masih bisa menghirup udara segar, pohon-pohon masih banyak dimana-mana, sedangkan jika dibandingkan dengan Kota Pontianak, Kab. Kuburaya dan sekitarnya udara kini sudah tercemar. Itu semua dampak dari kita merusak alam dan tidak dapat menjaganya, pembakaran hutan dimana-mana sehingga udara yang kita hirup itu asap semua, tidak ada lagi udara segar. Nah harapan saya dengan adanya kegiatan ini, kita semua diberi kesadaran bahwa menjaga alam itu sangat penting, demi kesehatan kita Bersama, kesehatan anak cucu kita untuk dimasa yang akan datang.” Tegasnya.

Selanjutnya Hari Masyarakat Sedunia resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan yang didampingi oleh Wakil Bupati Sanggau dengan pemukulan gong sebanyak 4 kali. (Ki)

Sumber : Diskominfo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *