Penghujung 2019 Di Melawi Dua Orang Meninggal Akibat DBD

Majalahmataborneonews.com,Melawi,- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan pada penghujung tahun 2019 di Melawi. Sejumlah rumah sakit disebut merawat cukup banyak pasien DBD beberapa pekan terakhir. Bahkan dua pasien dilaporkan meninggal dunia akibat DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Ahmad Jawahir membenarkan tingginya kasus DBD pada Desember ini. Dari Data Dinkes terungkap ada 74 kasus DBD sepanjang 2019 dengan total dua korban meninggal.

“Saat ini memang kita memasuki bulan-bulan epidemis penyebaran DBD sehingga kasus DBD mengalami peningkatan,” katanya.

Ahmad Jawahir memaparkan, kasus DBD masih didominasi pasien dari Kota Nanga Pinoh. Untuk pasien yang dirawat juga sudah dari berbagai kalangan umur. Tak hanya balita dan anak-anak, tapi juga orang dewasa. Ia pun mengimbau agar seluruh masyarakat Melawi menerapkan 4M Plus sebagai langkah pencegahan. yakni menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali.

Plusnya menghindari gigitan nyamuk menggunakan krim anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan larvasidasi, dan menggunakan kelambu.

“Kita tidak melakukan fogging karena langkah ini sama sekali tidak efektif untuk membunuh nyamuk penyebar DBD. Karena kebiasaan masyarakat, setelah rumahnya difoging, ia akan membuka seluruh pintu dan jendela untuk mengeluarkan asap foging. Padahal harusnya dibiarkan selama beberapa jam agar nyamuk mati,” katanya. (Ki)

Sumber : Melawinews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *