Mantan Bupati Kapuas Hulu Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Majalahmataborneonews.com,Kapuas Hulu,- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) menetapkan mantan Bupati Kapuas Hulu dua periode Abang Tambul Husin sebagai tersangka korupsi dalam kasus pengadaan tanah untuk Perumahan Dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, tahun 2006.

Penetapan status tersebut setelah penyidik melakukan sejumlah pemeriksaan.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Kalbar Pantja Edy Kurniawan membenarkan penetapan status tersangka kepada Tambul Husin. Selain Tambul Husin, sebut Pantja, juga ditetapkan tersangka lain, yakni Mustaan F. Harlan pada masa itu menjabat Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kapuas Hulu, dan anggota Panitia Pengadaan Tanah.

“Bahwa telah diperoleh bukti permulaan yang cukup guna menentukan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan Perumahan Dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu seluas 21 hektar di Desa Pala Pulau, Kecamatan Putussibau, yang diduga dilakukan tersangka Drs. H Abang Tambul Husin (Ketua Panitia Pengadaan Tanah),” Ungkapnya

 

“Dalam persidangan sebelumnya, nama mereka muncul. Hanya saja, proses penetapan tersangkanya baru dilaksanakan Agustus 2019. Keduanya terbukti terindikasi melakukan tindak pidana tersebut yang didasari dari analisa dan telaah jaksa yang menerima laporan tersebut. Kemudian analisa dari sekitar enam orang yang kita bawa ke persidangan, muncul nama dua orang tersebut,” ungkapnya.

Pantja mengaku belum bisa membeberkan peran kedua tersangka dalam kasus korupsi yang telah menjatuhkan vonis kepada Ateng dkk. Dia beralasan, belum mendapat detail keterlibatan kedua tersangka (Tambul Husin dan Mustaan) dari penyidik Tindak Pidana Khusus.

 

“ Dalam kasus ini, sudah ada beberapa dari tim sembilan yang telah diproses hukum. Mereka di antaranya mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kapuas Hulu, Wan Mansor, mantan Camat Putussibau Utara, Mauluddin, dan mantan Kepala Kantor Pertanahan Kapuas Hulu, M Arifin. Selain itu, penyedia jasa atau kontraktor, Daniel alias Ateng, mantan Kepala Desa Pala Pulau Antonius, dan RA Sungkalang .” Ujarnya (Ki)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *