Kabut Asap Semakin Tebal Selimuti Kota Intan, Dinkes Diminta Proaktif Himbau Warga Periksa Kesehatan

Majalahmataborneonews.com, Ngabang- Selasa (17/09/2019) pagi pukul 07.30 Wib, kabut asap semakin tebal selimuti seputaran wilayah kota Intan, Ngabang , kabupaten Landak. Pantauan media MB yang mencoba menyusuri  sepanjang jalan dari  bundaran pal 2 hingga pal 10, kabut asap memang semakin pekat dari hari sebelumnya. Kondisi udara yang buruk terkini tersebut tentunya sangat membahayakan kesehatan warga.  Memang, hingga berita ini dipublis, MB belum mengkonfirmasi ke instansi terkait, baik Dinas Lingkungan Hidup terkait Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yaitu terkait laporan kualitas udara  yang menerangkan seberapa tercemarnya udara di kota Intan saat ini. Tingkat ISPU  101-199 sudah tergolong  tidak sehat, bila mendekati 300-500 tergolong berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius. Seperti menyebabkan Infeksi saluran Pernapasan Atas (ISPA), ASMA, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Penyakit Jantung serta Iritasi.

Langkah bijak yang dilakukan dr. Karolin, bupati Landak yang mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan Sekolah dari PAUD hingga SMP, di susul oleh surat edaran Gubernur untuk meliburkan sekolah setingkat SMA/SMK merupakan tindakkan yang tepat dan baik untuk megeliminir kemungkinan dari dampak buruk akibat polusi yang terjadi hingga saat ini.

“Hendaknya himbauan tersebut dilaksanakan dan dipatuhi oleh semua pihak penyelenggara sekolah, demi kesehatan anak-anak kita ” ujar Amuk Haryono, seraya menekankan pentingnya dinas kesehatan kabupaten untuk melakukan langkah-langkah pereventif dalam upaya memperkecil kemungkinan lebih buruk dari polusi udara yang terjadi saat ini.

“Saya kira selain membagikan masker, maka upaya paling penting dari dinas kesehatan adalah himbaun kepada warga untuk memeriksakan diri ke puskesmas bila merasa kondisi badan tidak fit, karena kita hidup dari menghirup oksigen yang ada di udara. Bayangkan saja dengan polusi udara saat ini tentunya sangat berbahaya untuk dihirup karena telah tercemar, terasa sesak sudah” jelas Amuk.

“Jika perlu dinas kesehatan juga mulai mempersiapkan rumah-rumah oksigen untuk antisipasi jikalau kualitas udara semakin memburuk, karena hingga saat ini kabut makin pekat dan hujan pun tak kunjung turun. Untuk itu juga memang saya rasa Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD bersama dinas Lingkungan hidup sudah bisa ancang-ancang untuk melaporkan ke Ibu Bupati agar Landak ditetap menjadi Darurat Bencana Asap, sehingga memungkinkan untuk membuat hujan buatan” tegas Amuk seraya menunjuk ke udara memperlihatkan langit yang tetap diselimuti kabut (kiki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *