Dari OTT Bupati Bengkayang Terungkap Kontraktor Wajib Setor 10% Untuk Fee Proyek

Majalahmataborneonews, Jakarta – Pasca tertangkap tangan bupati Bengkayang  oleh KPK di Mess Pemda Bengkayang pada hari Selasa (3/9) di Pontianak  kemarin, KPK berhasil menyita uang suap senilai Rp. 336 juta dalam bentuk uang pecahan seratus ribu rupiah.  Adapun uang tersebut merupakan uang fee proyek dari penunjukkan langsung (PL) yang tanpa proses tender  atau lelang dengan nilai pagu anggaran Rp.200 juta yang ada di dinas PUPR  Bengkayang.

“Setoran yang diberikan antara Rp20 – 25 juta atau 10 persen dari nilai maksimal proyek penunjukan langsung yang nilainya Rp 200 juta dari lima kontraktor , BF memberikan Rp 120 juta, TS, YF dan Rd Rp 160 juta  serta Rn Rp60 Juta” ujar Basariah Panjaitan  Wakil Ketua KPK RI  pada saat konfrensi pers, Rabu (4/9) di Gedung KPK RI Jakarta.

Selain uang tunai, Tim OTT KPK juga mengamankan barang bukti berupa  Handphone dan Buku tabungan.  Penangkapan bupati dan sejumlah pejabat serta pengusaha di Bengkayang provinsi  Kalimantan Barat ini menghebohkan masyarakat Kal-bar,  media sosial facebook dan whatshap ramai memperbincangkan hal tersebut, dimana diantaranya banyak berisikan komentar agar KPK semakin ekstra melakukan tindakan menangkap para koruptor (Kiki).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *